Surya/

Berita Surabaya

Kampung Eks Lokalisasi Dolly Wakili Surabaya di Lomba Kampung se-Jatim, ternyata ini Modalnya

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Putat Jaya, Karno, penjurian lomba se-provinsi itu tinggal menghitung hari.

Kampung Eks Lokalisasi Dolly Wakili Surabaya di Lomba Kampung se-Jatim, ternyata ini Modalnya
surya/fatimatuz zahro
Salah satu sudut Kampung Putat Jaya yang dihiasi dengan gambar mural. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Perubahan wajah kampung Putat Jaya dari kampung lokalisasi dan saat ini menjadi kampung wisata edukasi membuat identitas kampunh satu ini menjadi kuat. Bahkan kampung ini terpilih menjadi wakil kota Surabaya dalam lomba antar kampung se provinsi Jawa Timur.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Putat Jaya, Karno, penjurian lomba se provinsi itu tinggal menghitung hari.

Hari ini, Kamis (18/5/2017), segenap warga kampung di RW 3 Kelurahan Putat untuk giat resik-resik kampung.

"Kami sudah mengajak warga untuk melakukan persiapan. Mulai melakukan pembenahan kampung, peningkatan fasilitas bagi UKM, fasilitas PAUD, dan juga sarana keamanan poskamling," kata Karno.

Tidak hanya itu, warga juga diajak gotong royong untuk membersihkan kampung melakukan fokus mebenahan di sektor keindahan kampung. Beberapa kawasan kampung Putat Jaya pun sudah diseleksi. Yang nantinya jadi penilaian tim juri. Yaitu ada di gang 2A, 3A, 4A dan 8B.

“Alasannya, di kampung-kampung tersebut terdapat pelaku UKM telor asin, kurumi (rumput laut), Samijali, kerajinan batik dan sablon. Ini sebagai ajang pembuktian terhadap tim juri bahwa pelaku UKM bisa hidup mandiri lewat usahanya sendiri," jelas lelaki berusia 52 tahun tersebut.

Nantinya dalam lomba tersebut, Surabaya akan bersaing dengan tiga kota besar di Jawa Timur antara lain Kediri, Ponorogo, dan Malang.

Di sisi lain, Camat Sawahan Yunus menuturkan alasan terpilihnya kampung Putat Jaya mewakili Surabaya karena sebelumnya, kampung tersebut memperoleh juara 1 tingkat kota.
Selain itu, kampung ini juga sudah berhasil mengubah wajah. Dimana yang dulunya terkenal dengan kawasan eks lokalisasi dolly kini menjadi kampung wisata dan kampung warna-warni (lewat mural).

“Kami ingin memberi tema di setiap kampung, sehingga ada daya tarik dari warga Surabaya maupun luar surabaya untuk berkunjung. Kalau sudah berkunjung akan membawa dampak positif bagi warga sekitar yakni peningkatan ekonomi," kata Yunus.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help