Surya/

Liga Indonesia

Begini Reaksi Pelatih PS TNI Soal Tudingan Permainan Keras Timnya

"Saya pikir tidak begitu keras. Kami biasa, ya itu untuk cetak gol jadi mungkin harus keras, tapi menurut saya kami main biasa," kata Ivan Kolev.

Begini Reaksi Pelatih PS TNI Soal Tudingan Permainan Keras Timnya
surya/dya ayu
Ivan Kolev (kiri) dalam sesi jumpa pers, Kamis (18/5/2017). 

Surya.co.id | BANGKALAN - PS TNI terkenal dengan permainannya yang keras dan kasar pada lawan-lawannya, sehingga tak menutup kemungkinan pemain Madura United, Jumat (19/5/2017) besok di Stadion Gelora Bangkalan, akan mengalami hal yang sama seperti yang dialami beberapa pemain klub lain saat melawan PS Aparat tersebut.

Menanggapi hal ini Ivan Kolev Pelatih PS TNI menilai jika skuadnya tampil biasa saja dan tidak ada unsur sengaja.

Pelatih berkebangsaan Bulgaria tersebut justru menilai jika hal itu dilakukan pemainnya sebagai upaya untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan

"Saya pikir tidak begitu keras. Kami biasa, ya itu untuk cetak gol jadi mungkin harus keras, tapi menurut saya kami main biasa," kata Ivan Kolev, Kamis (18/5/2017).

Sebelumnya Ivan Kolev pernah memberikan statment usai timnya melawan PSM Makassar pada pekan keenam Liga 1 di Stadion Pakansari di Cibinog, Kabupaten Bogor, Senin (15/05/2017) lalu.

Saat itu Kapten The Army yakni Manahati Lestusen sempat lepas kontrol dan terlihat memukul bagian tenggorokan salah satu pemain asing PSM.

Untuk mengatasi sikap temperamen skuadnya, saat itu Ivan mengaku akan memberi obat pada skuadnya agar tidak emosian.
"Mungkin yang pertama saya akan beri obat mereka semua supaya mereka tidak emosi. Sebenarnya yang paling bagus kalau pemain bisa mengontrol emosi, karena itu bisa ganggu penampilan mereka. Saya harap mereka bisa mengontrol diri kedepannya," ujarnya beberapa waktu lalu. sambung mantan pelatih tim nasional Indonesia ini.

Seperti diketahui beberapa insiden sempat terjadi saat PS TNI berlaga,di pekan pertama Liga 1, PS TNI ditahan imbang 2-2 Borneo FC, Senin (17/4/2017) lalu, insiden cedera berat sempat dialami dua pemain Borneo FC, Helder Lobato dan Wahyudi Tolle Hamisi. Helder harus menerima 6 jahitan di pelipis mata kiri, sementara Tolle mengalami gagar rotak ringan yang dikabarkan sempat lupa ingatan.

Dilaga pekan ke-3, saat PS TNI mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 1-2, Sabtu (29/4/2017) lalu, kembali terjadi insiden. Kali ini kemenangan PS TNI tercoreng oleh ulah Abduh Lestaluhu yang memukul wajah Thiago Furtuoso striker BFC.

Akibatnya, Abduh harus menjalani sanksi larangan main sebanyak lima kali dan denda Rp 10 Juta dari Komisi Disiplin.

Insiden terakir dipekan ke-6 saat PS TNI mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-2, Senin (15/5/2017) lalu, saat itu Manahati Lestusen kapten PS TNI yang juga merupakan anggota TNI melakukan insiden pemukulan pada Marc Klok yang meminta Lestusen segera bangkit usai mengalami kesakitan saat laga, namun wasit Handri tak memberikan pelanggaran ataupun kartu pada Lestusen.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help