Surya/

Citizen Reporter

Tak Ada Kata Terlambat untuk Menjadi Ayah Teladan Bagi Anak

ayah sempatkan berdiskusi dengan anak, hadirlah dalam setiap keadaan anak secara emosional dan spiritual, jangan sampai anak kehilangan figur Anda..

Tak Ada Kata Terlambat untuk Menjadi Ayah Teladan Bagi Anak
pixabay
ilustrasi 

Reportase Ni'matul Mazidah
Alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya/Staf Lembaga Riset di Surabaya

MENDIDIK anak bukan hanya tugas dan tanggung jawab ibu, namun juga ayah. Tugas dan tanggung jawab ayah tak sebatas mencari nafkah, namun juga memberi teladan indah.

Jangan sampai kesibukan ayah dalam mencari nafkah, membuatnya tak terlibat langsung dalam mendidik anak, hingga menyerahkan sepenuhnya kepada ibu yang sehari-harinya memang berada di sisi anak, dan mempercayakan sisanya pada sekolah.

Kedudukan orangtua didapat otomatis secara biologis. Namun dalam menjalankan perannya perlu kerja keras dan kerja sama antara ayah dan ibu. Tak ada sekolah mendidik anak, ilmu menjadi orangtua yang baik didapatkan secara otodidak.

Itulah pentingnya mengikuti seminar parenting yang sayangnya jarang dihadiri kaum lelaki. Bahkan tak ada 50 persen dari kaum perempuan yang hadir. Padahal lelaki perlu juga mendapatkan ilmu dari seminar parenting sebagai bekal ikut terlibat dalam mendidik anak.

Pun seminar keluarga YDSF yang di area Islamic Book Fair (IBF) DBL Arena, Sabtu (30/4). dengan Ustadz Ir Misbahul Huda MBA lewat tema Menjadi Ayah Teladan untuk Anak.

Sebagai orangtua tentu berharapan besar kepada anak-anaknya. Namun, dari semua kesuksesan anak di masa depan, yang paling utama dan membahagiakan adalah melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang shalih/shalihah.

Itulah pentingnya orangtua mempunyai visi dalam mendidik anak-anaknya sesuai aturan Islam, agar tak hanya bertaqwa namun juga pemimpin bagi orang-orang bertaqwa.

Seperti doa yang selalu dilafadzkan “...Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (al-Furqon : 74).

Negeri ini harus mempunyai pemimpin yang bertaqwa, karena pemimpinlah yang menentukan nasib anak cucu kita ke depan, karena bila pemuda di negeri ini mempunyai kualitas keimanan yang baik maka negeri ini pun akan sejahtera, 80 persen nasib negara ini tergantung dari siapa yang memimpinnya.

Ustadz Misbahul Huda mengingatkan agar ayah dan ibu bisa sejalan dan kompak di depan anak-anaknya, jangan sampai salah satu tegas namun salah satunya memberikan kelonggaran.

Bila ada yang tak sesuai atau berbeda antara ibu – ayah, seharusnya tak dibicarakan di depan anak, cukup menjadi obrolan kedua orangtua saja. Hal itu dilakukan agar anak tak mencari perlindungan kepada ibu/ayah yang dianggapnya lebih longgar.

Sesibuk apapun ayah, sempatkan berdiskusi dengan anak, hadirlah dalam setiap keadaan anak secara emosional dan spiritual, jangan sampai anak kehilangan figur ayah.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help