Surya/

Berita Surabaya

Pemkot akan Kaji Karaoke Keluarga Buka selama Ramadan, Hasilnya Tunggu H - 5

"Ya akan kita bahas dengan melakukan kajian. Kita akan mempelajari aturannya seperti apa," kata Widodo, Rabu (17/5/2017).

Pemkot akan Kaji Karaoke Keluarga Buka selama Ramadan, Hasilnya Tunggu H - 5
surya/hadi santoso
Widodo Suryantoro

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya merespons kajian DPRD atas usulan Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum, yang meminta karaoke keluarga untuk beroperasi selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian. Namun pihaknya akan tetap mengacu pada aturan yang ada yaitu Peraturan Daerah Kota Surabaya.

"Ya akan kita bahas dengan melakukan kajian. Kita akan mempelajari aturannya seperti apa," kata Widodo, Rabu (17/5/2017). Pemkot akan melakukan kajian dengan mengundang perusahan yang berkepentingan.

Kajian itu akan dilakukan secara terpadu dan tidak hanya memandang dari satu sudut pandang. Tepatnya akan dibahas sisi positif dan negatifnya. Sebab pemkot tidak ingin jika nantinya membuat kebijakan yang menyebabkan kontroversi maupun yang merugikan pihak lain.

Lebih lanjut pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil kajian akan keluar. Ia akan mengusahakan kajian bisa rampung sebelum bulan puasan dimulai.

"Paling tidak nanti lima hari sebelum bulan Ramadhan sudah ada hasilnya," ucap mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya itu.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Dharmawan mengatakan, justru pihaknya kurang setuju jika ada karaoke keluarga yang beroperasi di bulan Ramadhan. Sebab itu akan mengganggu konsentrasi umat muslim dalam beribadah.

"Lagipula harusnya menghormati bulan suci lah. Di Perda No 23 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan sudah jelas dilarang. Jadi ya harus menaati aturan lah," ucap politisi Gerindra ini.

Jika ada keluhan dari pengusaha, menurutnya itu adalah risiko dari pengusaha hiburan malam. Seharusnya mereka juga sudah paham aturan saat akan membuka usaha. Bahkan saat bulan puasa harus ditutup selama sebulan penuh.

"Kurang ada manfaatnyalah. Jadi kami meminta untuk nggak usahlah dibuka, dari kemarin-kemarin juga nggak buka kok," tegasnya.

Menurutnya kalau pengusaha karaoke keluarga mengaku rugi jika tutup satu bulan dan meminta dibuka, itu akan solutif. Toh, bisnis karaoke keluarga menurut Dharmawan yang menjadi sumber keuntungan paling besar bukan sewa ruangnya.

"Tapi adalah bisnis minuman kerasnya, bukan roomnya. Itulah yang membuat aturan itu dimasukkan agar selama bulan puasa tidak beroperasi," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help