Surya/

Culinary

Nasi Bancakan, Nostalgia Pedesaan di Warung Rindu

Suasana di warung itu makin gayeng ketika pelayan menghidangkan nasi liwet dengan porsi jumbo, di atas tripleks berukuran semeter.

Nasi Bancakan, Nostalgia Pedesaan di Warung Rindu
surya/sudarma adi
Nasi bancakan Warung Rindu. 

SURYA.co.id | MALANG - Alunan lagu 'Right Here Waiting' yang dibawakan Richard Marx mengalir lembut dari band akustik di Warung Rindu. Alunan lagu itu seperti memecah dinginnya udara Kota Malang di dalam warung yang ada di Jl Merbabu 21 ini.

Alunan lagu itu pula yang juga dinikmati beberapa konsumen, baik tua maupun muda, di meja panjang yang tersedia. Saling berhadap-hadapan, perbincangan ringan dan tawa lepas membuat suasana warung di rumah bergaya kolonial ini semakin hangat.

Suasana di warung itu makin gayeng ketika pelayan menghidangkan nasi liwet dengan porsi jumbo, di atas tripleks berukuran semeter. Nasi liwet yang dialasi daun pisang itu penuh dengan berbagai lauk, seperti lalapan, ikan asin, ikan mujair goreng dan tempe bacem.

Warung Rindu memang ingin menghadirkan sensasi makanan tradisional ala Jawa, yakni nasi bancakan. Jika dulu nasi bancakan dinikmati orang secara beramai-ramai dengan lauk pauk ala kadarnya, maka saat ini Warung Rindu memberikan menu berbeda di rumah kuno, agar bisa dinikmati keluarga atau rekan kantor secara sekaligus.

Menjadi menu utama, beberapa pilihan paket nasi bancakan disediakan, dengan jenis lauk pauk yang berbeda.

Ada menu Rindu Tapi Syahdu, Rindu Menggebu, Rindu Membara, Rindu Menggelora, Rindu Setengah Mati. Kelima menu ini dijual dengan harga termurah Rp 70 ribu untuk 2-3 orang pada Rindu Tapi Syahdu, dan termahal Rp 110 ribu pada Rindu Setengah Mati.

Semua menu itu sama pada porsi nasi liwet, ada tiga macam sambal, lalapan, kerupuk puli dan kerupuk Palembang. Yang membedakan dengan paket lain adalah jenis lauk yang disediakan. Ini seperti paket Rindu Tapi Syahdu yang menyediakan lauk berupa ikan asin, ikan pindang, tahu tempe bacem dan usus ayam.

Sedangkan pada Paket Rindu Menggebu, semua lauk itu ada, hanya usus ayam yang diganti ayam goreng dan rempela ati.

Kenikmatan hidangan nasi bancakan ini adalah menu pertama yang disajikan di Malang Raya.
Beberapa sensasi beda dirasakan konsumen yang sudah mencoba nasi bancakan ini. Seperti penuturan Johanes (38), warga Jl Ki Ageng Gribig yang mengajak keluarganya untuk bersantap bersama di Warung Rindu. Dia menilai, menu nasi bancakan ini lebih nikmat karena bisa makan bersama dalam satu wadah.

"Ini bisa saling berbagi makanan sehingga lebih gayeng. Makan lebih alami, karena selain pakai tangan, juga disajikan di atas daun pisang," katanya, Jumat (5/5/2017) malam.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help