Surya/

Culinary

Angkat Tradisi di Desa, Bawa Nasi Bancakan ke Kota

General Manager Warung Rindu, Aldrin Adityawan menjelaskan, banyak warga kota yang ingin merasakan kembali tradisi di pedesaan.

Angkat Tradisi di Desa, Bawa Nasi Bancakan ke Kota
surya/sudarma adi
Nasi bancakan Warung Rindu. 

SURYA.co.id | MALANG - Tradisi makan dengan nasi bancakan yang banyak dilakukan di pedesaan, rupanya jadi hal 'asing' bagi warga perkotaan. Ini yang menjadi dasar bagi Warung Rindu untuk mengangkat tradisi ini ke rumah makan.

General Manager Warung Rindu, Aldrin Adityawan menjelaskan, banyak warga kota yang ingin merasakan kembali tradisi di pedesaan. Tradisi yang sudah mulai luntur adalah santap bersama dengan nasi bancakan.

"Tren ini mulai banyak di Jakarta dan Bandung. Makanya, kami coba menerapkannya di Kota Malang. Untuk wilayah Jatim, kami memang baru yang pertama kali menerapkan menu ini," paparnya.

Karena mengusung menu untuk dibawa ke kota, maka citarasa menu bancakan ini harus lebih beda dibandingkan bancakan yang ada di pedesaan.

Citarasa yang berbeda itu terutama pada olahan nasi yang dipadukan dengan lauk pauk. Warung Rindu menggunakan nasi liwet, sehingga gurihnya nasi akan makin klop dengan gayengnya makan bersama dalam satu wadah.

"Makanya, dengan menu nasi bancakan ini kami ingin menjangkau segmen konsumen yang ingin arisan, acara reunian, perayaan ulang tahun hingga pertemuan rekan kantor," terangnya.

Adapun dengan segmen ini, maka jam buka rumah makan ini termasuk lama, yakni pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB untuk Minggu hingga Kamis.

Sedangkan pada Jumat, Sabtu dan hari libur, jam buka ditambah hingga pukul 24.00 WIB.

"Ini untuk memberi kesempatan konsumen yang mau menikmati menu nasi bancakan. Konsumen yang tertarik dengan nasi bancakan bisa datang pada pagi hingga malam," pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help