Surya/

YouGen

Anggraeni Puspita Sari: Pakai Celana Ketat karena Artis, Pernah Sobek di Bagian Pantat

Perempuan yang akrab disapa Anggi ini mengakui, dia mulai menggemari celana ketat ketika masih duduk di bangku SMP.

Anggraeni Puspita Sari: Pakai Celana Ketat karena Artis, Pernah Sobek di Bagian Pantat
surya/sudarma adi
Anggraeni Puspita Sari 

SURYA.co.id| SURABAYA - Tren celana ketat sepertinya menghinggapi generasi muda, termasuk kaum Hawa di Surabaya. Banyak hal yang membuat mereka tertarik mengenakan celana ketat, seperti karena ikut-ikutan artis hingga rasa nyaman ketika mengenakan celana ketat.

Pengalaman memakai celana ketat berawal dari apa yang dipakai para artis lokal di Indonesia. Ini seperti yang dialami Anggraeni Puspita Sari.

Perempuan yang akrab disapa Anggi ini mengakui, dia mulai menggemari celana ketat ketika masih duduk di bangku SMP. Ketika itu, dia melihat artis-artis lokal di TV mulai banyak yang mengenakan celana ketat.

Perempuan kelahiran Surabaya pada 27 September 1995 ini berpikir, celana ketat itu sepertinya enak dan cocok ketika dipakai.

"Karena ingin pakai, maka saya dan keluarga lalu membeli celana ketat atau pensil di mal. Meski harganya sekira Rp 150 ribu, saya benar-benar senang ketika dibelikan celana itu," tuturnya, Rabu (17/5/2017).

Dia pun mencoba celana pensil itu di depan cermin, dan ternyata pas dengan bentuk kakinya yang agak besar. Gadis yang kuliah di ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) ini juga sangat nyaman ketika dipakai jalan-jalan. Tak heran, sejak itu Anggi mulai keranjingan memakai celana pensil.

Bahkan, karena suka dengan celana pensil, dia pun punya koleksi sekira 10 buah celana ketat, baik yang jenisnya semi jeans dan legging. Dia membeli celana itu dengan kisaran harga Rp 150-300 ribuan. Semua celana itu masih tersimpan baik di lemarinya dan tetap muat ketika dipakai.

"Setiap hari saya pakai untuk kegiatan, baik ke kampus atau sekadar berjalan-jalan. Setiap waktu saya pakai celana ketat. Saya merasa nyaman dan bebas ketika memakai celana ketat," terang perempuan yang tinggal di daerah Taman Sidoarjo ini.

Tapi terkadang, keranjingan menggunakan celana ketat juga bisa membuatnya malu karena pernah sobek saat dikenakan. Itu terjadi sekira tiga minggu lalu, ketika dia menggunakan celana jeans ketat warna biru.

Ketika itu, dia mengikuti kuliah tentang Perilaku Konsumen pada pukul 17.00 WIB. Dia tak sadar ketika duduk mengikuti kuliah, celananya sobek pada bagian pantat atas. Anggi baru paham ketika diberitahu teman perempuannya kalau celananya sobek.

Untungnya, baju yang dikenakannya panjang sehingga bisa menutupi bagian celana yang sobek itu. Sejak itu, dia lalu membuang celananya itu. Dia juga lebih berhati-hati dan memilih ukuran celana yang tak terlalu ketat tapi tetap pas ketika dikenakan. Ukuran celana saat ini yang dipakai size 30.

"Celananya itu memang sering dipakai, sehingga ada yang sobek. Makanya, saat ini saya selalu gantian memakai celana ketat itu," pungkasnya.

Nama lengkap                    :  Anggraeni Puspita Sari
Nama panggilan                :  Anggi
Tempat/tanggal lahir       :  Surabaya, 27 September 1995
Universitas                         :  Universitas 17 Agustus 1946 (Untag) Surabaya
Fakultas/Program studi  :  FISIP/Ilmu Komunikasi
Semester                            :  Enam
Hobi                                     :  Traveling
Organisasi                          :  Departemen Humas di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help