Surya/

Citizen Reporter

Hoi Awas Ada Maling di Unesa

bukan maling sembarang maling .. maling yang satu ini justru menarik perhatian mahasiswa di kampus Unesa ... lihat saja kalau tak percaya ...

Hoi Awas Ada Maling di Unesa
nurvati indriani/citizen reporter
Inilah Maling ala mahasiswa Unesa 

Reportase Nurvati Indriani
Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya

 

AWAS ada maling! Ups... jangan buru-buru salah paham. Maling di sini bukan orang yang suka mencuri atau mengambil hak orang lain. Namun, ringkasan dari Mading Lingkungan, buah tangan Hembing Kriswanto, Rizki Amirullah dan Mu’immahtul Fajarohtin, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Maling dipamerkan dalam pembelajaran jurnalistik berbasis proyek yang digelar di Panggung Terbuka, JBSI Unesa, Jumat (28/4/2017).

Singkatan-singkatan unik betebaran sehingga pembaca seolah ditarik hatinya untuk membaca sederet informasi yang termuat dalam rubrik berita utama, inovasi dan sosok.

Mading bertema lingkungan itu mengangkat isu-isu tentang lingkungan itu tak lepas dari peringatan hari bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April.

Para penggagas Maling mengaku, peliputan berita untuk mading memakan waktu dua minggu yang dilakukan setiap sabtu dan minggu.

Mereka memunculkan Kepala SMAN 17 Surabaya, sosok yang mereka anggap gencar menyuarakan kepedulian lingkungan, selain siswa SMKN 1 Surabaya.

Di rubrik inovasi mereka isi dengan berita tentang inovasi yang dilakukan SMAN 11 Surabaya yang mendaur ulang kresek plastik menjadi bunga dan memiliki nilai jual tinggi.

Bukan berarti ketiganya tak menghadapi kendala saat membuat maling. Misalnya, Rizki yang menyebut kendala muncul dari pembagian waktu dan anggota. Namun pada akhirnya, semua bisa teratasi dengan baik.

Hal lain yang menjadi daya pikat dari Maling ini selain singkatan unik yang mereka buat, adalah gantungan bulat yang ada di tengah mirip maling berupa sangkar burung.

Tebaran berita-berita yang ditulis di kertas dan dibentuk sedemikian rupa. Ada gambar keran air lengkap dengan tetesan air, daun-daun, bunga, buah jambu, anggur dan pohon.

Menurut mereka, semua itu ada filosofinya sendiri yang memggambarkan isu dalam beritanya. Selain itu ada dua buah bahan yang terbuat dari kertas daur ulang yang membawa keapikan tersendiri bagi maling tersebut.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help