Surya/

SBMPTN 2017

SBMPTN CBT Dipastikan Aman dari Virus Ransomware Wannacry, beberapa hal ini Alasannya

Di Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya terdapat 55.230 pendaftar, dan 2.175 peserta di antaranya akan mengikuti SBMPTN berbasis komputer.

SBMPTN CBT Dipastikan Aman dari Virus Ransomware Wannacry, beberapa hal ini Alasannya
sulvi sofiana
Ilustrasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis komputer. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan sistem Computer Based Test akan dilaksanakan bersamaan dengan berbasis kertas, Selasa (16/5/2017).

Pelaksanaan CBT tahun ini berbeda dengan tahun lalu, jika tahun lalu pelaksanaannya dilakukan secara offline dengan memakai hardisk untuk penyimpanan jawaban. Tahun ini, pelaksanaan CBT dilaksanakan dengan sistem online.

Di Panitia Lokal (Panlok) 50 Surabaya terdapat 55.230 pendaftar, dan 2.175 peserta di antaranya akan mengikuti SBMPTN berbasis komputer.

Namun, dengan marakya penyebaran virus Ransomware Wannacry yang menyebabkan banyak sistem terganggu, Panlok 50 memastikan virus tersebut tidak akan menyerang sistem SBMPTN CBT.

“Virus tersebut menyerang sistem operasi Windows, dan SBMPTN CBT tidak memakai sistem operasi Windows,” ungkap Kepala Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Bekti Cahyo Hidayanto ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, meskipun komputer client yang dipakai peserta memang menggunakan Windows. Tetapi, windows tersebut akan tertutupi oleh program server yang digunakan SBMPTN.
Kalaupun ada komputer peserta yang terkena Ransomware, hanya data di komputer tersebut yang dienkripsi oleh Ransomware.

“Virus Ransomware kan mengenkripsi data-data yang sudah ada di komputer Windows. Komputer peserta bisa kena, tetapi data kami aman dalam sistem karena tidak tersimpan dalam windows,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Ransomware hanya mengenkripsi file tertentu dengan ekstensi tertentu. Sementara, ekstensi exe yang digunakan dalam SBMPTN CBT tidak bisa diserang. “Jadi, tidak berpengaruh,” ujar Bekti.

Penyerangan menurutnya bisa terjadi di jaringan sekolah atau kampus yang dijadikan tempat ujian. Namun, dampaknya bukan hilang atau error-nya data, hanya terjadi pelambatan akses jaringan.

“Kalau terserang dipastikan tetap aman karena , sistem batch akan meng-upload jawaban peserta ke server. Dan server ini berada di sekitar tempat ujian. Jadi, tidak menggunakan jaringan umum. Virus ini tidak terlalu signifikan,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help