Surya/

Menkominfo : Putuskan Sementara Jaringan Data Untuk Antisipasi Virus Wannacry

Menkominfo mengimbau masyarakat agar memutus jaringan internet sementara dan melakukan backup data untuk mengantisipasi serangan virus Wannacry

Menkominfo : Putuskan Sementara Jaringan Data Untuk Antisipasi Virus Wannacry
surabaya.tribunnews.com/Sudharma Adi
Menteri Kominfo Rudiantara (kemeja putih) saat meresmikan mulainya Gapura Digital dan layanan situs gratis dari Google Bisnisku 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berupaya mengantisipasi virus Ransomeware WannaCry dengan memelototi penyebarannya. Tak hanya itu, Kemenkominfo juga meminta langkah disconnect atau memutus jaringan harus dilakukan agar virus makin tak tersebar.

Menteri Kominfo, Rudiantara menjelaskan, sejak mencuat di AS, program jahat (malware) ini telah menyerang sedikitnya 99 negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Untuk Indonesia, malware ini mencuat pada Sabtu (13/5/2017) kemarin dan menimpa RS Dharmais Jakarta.

"Yang terdeteksi ada di RS itu. Kemungkinan besar, PC atau servernya terlambat upgrade program Windows sehingga data itu terkunci," jelasnya usai peluncuran Gapura Digital Google Indonesia, Senin (15/5/2017).

Dengan kondisi itu, maka Kemenkominfo sebenarnya terus memantau dan memelototi bagaimana persebaran malware itu. Itu melibatkan unit kerja Kemenkominfo yakni tim address cyber security, yang di dalamnya melibatkan kemenkominfo, praktisi, masyarakat dan akademisi.

Meski belum bisa mendapatkan solusi atas institusi yang sudah terkena malware ini, namun tim ini dibantu hacker putih tetap berupaya menjinakkan virus itu.

"Makanya, saat ini kami lebih pada komunikasi dan sosialisasi," urainya.

Untuk imbauan itu, dia meminta institusi yang memiliki program Windows agar menerapkan dua langkah. Itu adalah disconnect sementara atau memutus jaringan data pada PC atau server. Langkah keduanya adalah menyiapkan back up data. "Agar tak kena virus, maka jaringan data harus dimatikan dulu dan sekaligus membuat back up," tegasnya.

Seperti diberitakan, Ransomware Wannacry, meminta dana tebusan agar file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran Bitcoin yang setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 4 juta.

Virus itu telah menyerang layanan Rumah Sakit di Inggris dan Skotlandia. Akibatnya data rumah sakit yang diserang tak bisa dibuka dan meminta imbalan bila data itu ingin dibuka. Akibatnya, layanan RS harus menggunakan sistem manual. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help