Surya/
Home »

Bisnis

» Mikro

Belum Ada Tanda-tanda Bisnis Kafe dan Resto Kembali Bergairah Meski Masuk Bulan Ramadan

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono menyebutkan bahwa Ramadhan tahunini belum memperlihatkan bakal mendongkrak kinerja bisnis kafe dan resto

Belum Ada Tanda-tanda Bisnis Kafe dan Resto Kembali Bergairah Meski Masuk Bulan Ramadan
surabaya.tribunnews.com/Sugiharto
Owner RM Mutiara, Tjipto Soesanto (baju polos) berdialog dengan owner RM Mutiara, Brian Soesanto dan Konsultan, Lie Leuther (tengah) saat pembukaan RM Mutiara dengan konsep baru di kawasan Manyar Kertoarjo, Senin (15/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan selalu menjadi momen di mana penjualan food and beverage mengalami peningkatan rata-rata antara 20 hingga 30 persen.

Namun menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim, Tjahjono Haryono, tren tersebut belum terlihat.

"Tapi tahun ini kami masih belum melihat ada trend kenaikan. Bahkan memprediksi pun di bulan Ramadan depan, belum bisa kami prediksi akan naik. Karena ada moment 2 L, yaitu Lebaran dan Liburan," jelas Tjahjono.

Menurut Tjahjono, selama dua momen tersebut, memang ada peningkatan peredaran uang. Namun kebanyakan konsumen akan cenderung mengurangi konsumsi makanan dan minuman lalu mengalokasikannya ke kebutuhan konsumsi barang dan transportasi.

Tjahjono mengungkapkan, Apkrindo Jatim telah mencatat hingga April 2017, kinerja cafe dan restauran masih stagnan. Sementara tahun-tahun sebelumnya selalu tumbuh 20 persen.

Meski stagnan dan turun, diakui Tjahjono ada peningkatan jumlah restauran dan cafe baru yang mencapai 20 persen.

"Tapi kontribusi konsumennya tetap. Tidak tumbuh. Sementara restauran dan cafe yang tutup juga ada, tapi dibawah 10 persen," jelasnya.

Sementara itu, persaingan yang semakin ketat di bisnis F&B, mendorong Restaurant Mutiara melakukan rebranding dan berubah nama menjadi Mutiara Indonesia Cruisin

Restaurant yang sudah berdiri sejak tahun 1996 itu, mentargetkan bulan Ramadan tahun ini bisa meningkatkan revenue hingga Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per hari. 

"Memang kondisi ekonomi di tahun 2017 ini masih stagnan cenderung turun. Namun dengan rebranding restauran ini, menjadi langkah kreatif kami untuk menggairahkan pasar F&B. Termasuk memanfaatkan momen Ramadan, di mana menjadi trend bagi masyarakat untuk santap buka puasa dan silaturahmi di restauran," jelas Luther Lie, Konsultan Mutiara Indonesia Cruisine, Senin (15/5/2017).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help