Surya/

Berita Bisnis

8.500 Warga Jombang Punya Tabungan yang Juga Berfungsi e-Wallet

Dengan dua fungsi itu, penerima PKH dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.

8.500 Warga Jombang Punya Tabungan yang Juga Berfungsi e-Wallet
surya/sri handi lestari
Wakil Pimpinan Wilayah Bagian Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Surabaya, Widiarto (kiri) dan Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko (batik hijau) saat menemani warga penerima PKH mencoba KKS yang disalurkan BNI, Sabtu (13/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekitar 8.500 warga Kabupaten Jombang sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial, Sabtu (13/5/2017), mendapatkan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Buku tabungan dan KKS itu disalurkan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebagai salah satu bank yang ditunjuk sebagai mitra Kementerian Sosial.

Wakil Pimpinan Wilayah Bagian Jaringan dan Layanan BNI Kantor Wilayah Surabaya, Widiarto, di sela acara menyampaikan bila dalam tabungan dan KKS itu berisi dana sebesar Rp 1,89 juta.

"Dana itu dicairkan bertahap empat kali dalam setahun. Karena berfungsi sebagai kartu debit ATM bagi penerima PKH. Di KKS terdapat dua sistem yang tertanam di dalamnya, yaitu fungsi tabungan dan e-wallet," jelas Widiarto.

E-wallet tersebut, dapat digunakan untuk belanja bahan pokok.

Dengan dua fungsi itu, penerima PKH dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.

“Untuk e-Wallet dapat digunakan berbelanja bahan pokok di warung yang ada layanan kartu tersebut,” lanjut Widiarto.

BNI mendapat tugas menyalurkan bantuan sosial PKH dari Kementerian Sosial sejak 2016.

Penyaluran bantuan PKH melalui BNI di Kabupaten Jombang adalah penyaluran perdana.

Sehingga agen pun juga menyiapkan diri untuk proses penyaluran.

“Untuk data penerima bantuan, kami hanya menerima kiriman dari Kemensos. Jadi, jika terjadi masalah di lapangan saat pencairan, BNI akan koordinasi dengan pendamping PKH,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help