Surya/

Profil

Penyiar Radio Untag ini Hindari Saus Sambal Penthol

Ketika ditanya kenapa hanya suka pentol saja, dia pasti beralasan kalau perutnya sensitif pada bahan pengawet atau pewarna pada saos.

Penyiar Radio Untag ini Hindari Saus Sambal Penthol
sudharma adi
Ika Aryanto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bagi Ika Aryanto, alergi yang dialaminya itu terkait dengan higienisitas makanan yang dibelinya itu. Perempuan yang akrab dipanggil Ika ini menilai, dia sangat alergi dengan makanan yang ada bahan pengawet atau pewarnanya. Makanan atau jajan yang kurang bersih juga membuat perutnya langsung mulas.

Bahan makanan yang paling dihindarinya adalah saus sambal pentol. Perempuan asli Surabaya yang lahir pada 24 September 1996 ini bercerita, waktu masih di bangku SD, dia pernah jajan pentol di depan sekolahnya. Umumnya jajan pentol, saus sambal pun dituangkan dalam bungkus plastik berisi pentol-pentol itu.

Bersama teman-temannya, dia pun menyantapnya dengan lahap. Beberapa jam kemudian, perutnya tiba-tiba melilit dan mulas. Namun itu hanya berlangsung beberapa jam saja, sehingga tak disadari penyebab sakit mulasnya itu.

Hari berikutnya, dia kembali jajan pentol di sekolah, tentu saja dengan saus sambal itu. Tak lama, kembali perutnya mulas dan langsung ke toilet. "Tapi saya tak diare. Cuma perutnya yang mulas. Saya juga tak kena maag kok," tutur perempuan yang mengambil ilmu komunikasi ini.

Setelah mulas di perutnya reda, dia mencari tahu makanan apa yang membuatnya seperti itu. Perempuan yang kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) ini menyadari bahwa saus sambal itulah yang membuat alergi pada perutnya.

Sejak itulah, dia selalu menghindari saus sambel ketika membeli pentol di mana saja. Makanya, ketika teman-temannya mengajak beli pentol, dia selalu membeli pentol tanpa diberi saus atau sambel, atau istilahnya putihan. Ketika ditanya kenapa hanya suka pentol saja, dia pasti beralasan kalau perutnya sensitif pada bahan pengawet atau pewarna pada saus.

Tak hanya saus sambel saja, makanan atau jajan yang kurang higienis juga membuatnya alergi. Seperti pengalamannya ketika membeli jamur crispy di depan minimarket di daerah Jl Nginden. Saat kejadian pada 2014 silam itu, dia membeli jamur crispy dua bungkus. Di rumahnya di Jl Panjang Jiwo, dia menghabiskan jamur crispy itu.

Namun, tak lama setelah itu, perutnya langsung mulas. Keluar keringat dingin di dahi dan lehernya serta badannya lemas. Bahkan, dia sempat pingsan beberapa jam. Begitu siuman, orangtuanya membelikan degan hijau untuk menetralisir racun dalam perutnya.

"Saya sampai minum degan ijo dua kali. Setelah itu kondisi saya membaik. Tapi karena memang suka dengan jamur criapy itu, beberapa hari kemudian saya beli itu lagi dan ternyata perutnya tak apa-apa," papar penyiar di Radio Box Untag ini.

Dari situ, dia mendapat pelajaran berharga bahwa bahan pengawet dan pewarna serta makanan yang tak bersih, membuat perutnya bermasalah. Pencernaannya rupanya sensitif dan alergi dengan kedua hal itu. Makanya, dia lebih berhati-hati ketika jajan dan harus memerhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsinya.

kuliner | traveling | suroboyo | malang | jatim
http://youtube//hariansuryatv
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help