Berita Magetan

Pedagang ini Biasa Jual Bangkai Ayam Rp 30.000 ke Pasar-pasar di Magetan

BELI PULUHAN BANGKAI AYAM Rp 2.000. Ayam dibersihkan dan dijual lagi Rp 30.000 per ekor ke pasar-pasar di Magetan dan Wonogiri.

Pedagang ini Biasa Jual Bangkai Ayam Rp 30.000 ke Pasar-pasar di Magetan
doni prasetyo
Satuan Reserse Kriminal Polres Magetan temukan ratusan bangkai ayam atau populer disebut ayam mati kemarin (tiren) di kandang Sarbu, pedagang daging ayam warga Dusun Claket RT5/RW2, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Sabtu (13/5-2017) dini hari. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Magetan AKP Partono yang dikonfirnasi membenarkan keberhasilan anggotanya mengungkap perdagangan daging ayam bangkai (tiren) yang sudah lama infornasinya beredar di kalangan masyarakat Magetan.

"Pengungkapan perdagangan ayam bangkai ini bertepatan saat kami melakukan operasi pangan menjelang bulan suci Ramadhan ini, dan kami berhasil mengamankan sebanyak 200 bangkai ayam yang belum sempat diolah, di tempat Sarbu," kata AKP Partono kepada SURYA.co.id, Sabtu (13/5-2017).

Selain menyita ratusan bangkai ayam, Satreskrim Polres Magetan juga mengamankan pemilik usaha itu Sarbu dan Lilik anaknya.

Keduanya langsung digelandang ke Kantor Polres Magetan untuk dimintai keterangan dan keduanya ditetapkam sebagai tersangka.

BERITA SEBELUMNYA: Polisi Magetan Sita Ratusan Bangkai Ayam untuk Konsumsi Manusia

Menurut AKP Partono, bangkai ayam dari ras petelur itu didapat tersangka dari peternakan di wilayah Magetan, dengan membeli secara borongan kepada pegawai peternakan ayam.

Biasanya, bangkai ayam yang jumlahnya puluhan itu hanya ditukar dengan satu bungkus rokok, atau dibeli per ekor sebesar Rp 2 ribu.

"Mereka menjual ayam bangkai itu per ekor, setelah dibersiohkan kemudian dijual lagi Rp 30 ribu, biasanya tersangka memasukkan daging ayam bangkai itu ke pasar-pasar di wilayah Magetan dan Wonogiri (Jawa Tengah),"ujar Kasat Reskrim Partono.

Akibat perbuatanya itu, kedua tersangka bapak dan anak itu di jerat dengan Undang undang nomor 7 tahun 1999 tentang konsumen dan undang-undang nomor 8 tahun 1996 tentang pangan dengan ancaman pidana penjara lima tahun.

"Pengenakan pasal ini karena yang diperdagangkan kedua tersangka membahayakan kesehatan manusia dan bisa berakibat kematian," tandas AKP Partono.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved