Surya/

Profil

Nimazzein Bertato sejak SMA di Sidoarjo, Awalnya Sakit tapi Ketagihan

Nimas mengaku merasa sakit ketika pertama kali tubuhnya digores jarum tato. Tapi, selanjutnya malah jadi ketagihan.

Nimazzein Bertato sejak SMA di Sidoarjo, Awalnya Sakit tapi Ketagihan
achmad pramudito
Nimas, lulusan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tampaknya tidak banyak model catwalk yang bertato. Di antara yang sedikit itu ada nama Nimazzein.

Tubuh gadis pemilik tinggi 171 cm dan berat 51 kg ini banyak dihiasi tato. “Awalnya di kaki ini sudah aku punya waktu SMA. Gambarnya ‘Red Devil’,” tuturnya kepada Surya beberapa waktu lalu.

Meski masih duduk di bangku SMA, gadis yang akrab disapa dengan nama Nimas ini mengaku tak pernah kena razia pihak sekolah hingga dia lulus sekolah. “Karena tempatnya di kaki kan bisa ditutup kaus kaki dan rok,” ungkapnya.

Nimas mengaku merasa sakit ketika pertama kali tubuhnya digores jarum tato. “Tapi, selanjutnya malah jadi ketagihan tambah lagi dan tambah lagi,” ujarnya sambil tertawa.

Lulusan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo ini tetap mengaku tidak sakit meski goresan jarum itu mengarah ke bagian sensitif di tubuhnya, yaitu di dada kirinya. “Ini gambarnya naga,” kata Nimas sambil memamerkan tato di dada kirinya itu.

Tato lainnya gambar beragam, ada laba-laba dan ada pula bunga. Terakhir rajah tato itu dia lakukan di bagian tengkuk. “Sudah setelah ini stop. Sudah cukup banyak,” begitu tutur Nimas yang sempat jadi figuran di film Perfect Dream.

Soal aktivitasnya di dunia model, sulung dari dua bersaudara ini menegaskan seorang model harus berkarakter. Nimas yakin, karakter yang dia miliki itu pula yang membuat dirinya tetap mendapat job sebagai model catwalk meski tubuhnya banyak dihiasi tato.

“Karakter itu akan jadi kekuatan kita. Sebab jika klien suka, maka kita pasti akan selalu dipakai,” ujar Nimas yang juga sedang memperdalam ilmu merias wajah.

Berbekal ketrampilannya ini, Nimas mulai berani ‘make over’ wajah kliennya yang hendak pergi ke pesta atau pun menghadiri acara wisuda. “Untuk rias pengantin masih belum berani. Masih perlu diperdalam lagi ilmunya,” kata gadis kelahiran Sidoarjo, 6 Juli 1995 ini.

Tak hanya itu. Nimas pun terus mengasah kemampuannya berakting. Terakhir dia ikut membintangi film berjudul ’17-an’.

Berbeda dengan ‘Perfect Dream’ yang sekadar numpang lewat, di ’17-an’ dia kebagian peran yang ada dialognya. “Sempat ada dialog dengan Indra Birowo,” imbuh Nimas yang juga sempat jadi model klip di lagu It’s True.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help