Surya/

Profil

Mahasiswi ini Jarang Mandi di Daerah Dingin, Kalau Nekat Akibatnya Mengerikan

Dia pernah diguyur air dingin. Akibatnya mengerikan. Selain kulitnya bentol-bentol merah, dia lalu kejang-kejang dan pingsan.

Mahasiswi ini Jarang Mandi di Daerah Dingin, Kalau Nekat Akibatnya Mengerikan
sudharma adi
Mufidha Zahrotur Rohmah 

SURYA.co.id | SURABAYA - Alergi tak hanya disebabkan makanan atau minuman saja. Air yang bersuhu dingin ternyata juga bisa membuat Mufidha Zahrotur Rohmah takluk dan sempat terkapar pingsan.

Gadis berjilbab yang disapa Fidha ini bertutur, dia mengetahui kalau alergi air dingin ketika masih di bangku SD. Saat itu, dia diajak rekreasi ke Malang bersama keluarga. Di tempat itu, Fidha juga diajak berenang. Karena air di daerah Malang memang dingin, maka hampir sekujur tubuhnya muncul bentol-bentol merah. Sejak itu, dia dan keluarganya pun paham bahwa perempuan yang lahir pada 9 September 1997 ini sensitif dengan air dingin.

"Makanya, setiap kali saya rekreasi dan berenang di daerah yang dingin, alergi saya mesti kambuh. Memang tak mengganggu aktivitas, tapi itu membuat saya harus menghindari air dingin. Bahkan, saya jarang mandi kalau pergi ke daerah yang dingin," terang pehobi baca novel ini.

Karena alerginya kasuistik, perempuan yang kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) ini berusaha menghindari air dingin. Namun, alergi itu tak bisa dihindari ketika dia dan mahasiswa lain mengikuti diklat UKM kampus pada Oktober 2016 lalu.

Berlokasi di area Gunung Penanggungan, acara pengenalan alam dan keakraban mahasiswa itu ditutup dengan jelajah malam di enam pos. Saat di pos terakhir, dia dan lima temannya yang tergabung dalam satu tim sempat kaget karena setiap mahasiswa harus diguyur air dingin dan bermeditasi.

"Sebenarnya saya sudah bilang kalau tak mau ikut diklat itu, tapi dari panitia memang mewajibkan," jelas gadis yang kuliah di administrasi bisnis ini.

Maka, dia pun mendapat guyuran air dingin di sekujur tubuhnya. Akibatnya sudah bisa ditebak, selain kulitnya bentol-bentol merah, dia lalu kejang-kejang dan pingsan. Kontan, panitia dan teman-temannya kalang kabut. Mereka lalu membawa Fidha ke villa tempat mereka menginap.

Baluran minyak kayu putih di tangan dan kaki serta tiga lapis selimut di tubuhnya, belum mampu membuatnya siuman. Barulah setelah istirahat semalaman, dia baru siuman pada paginya. Sejak kejadian itu, dia berusaha menghindari kegiatan lapangan di daerah dingin.

"Saya juga sudah diberi obat khusus dari dokter untuk menghilangkan alergi ketika sedang kambuh. Ada juga terapi ekstrim yang masih sulit saya lakukan, yakni tiap hari mandi air dingin untuk menyembuhkan alergi," perempuan yang tinggal di Benowo ini.

Meski alergi yang dialami kemungkinan tak bisa sembuh, namun kesukaannya untuk jalan-jalan dan rekreasi ke pegunungan atau pantai tak pudar. Namun, dia tetap harus berhati-hati dengan air dingin.

kuliner | traveling | suroboyo | malang | jatim
kuliner | traveling | suroboyo | malang | jatim http://youtube//hariansuryatv
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help