Surya/

Berita Surabaya

Ingin Tahu Geliat Gang Dolly Setelah Lokalisasi Ditutup? Kunjungi Festival ini!

Eks Lokalisasi Prostitusi Terbesar di Asia Tenggara Tenggara ini Bukan Lagi Menjadi Wisata Syahwat. Begini Kondisinya Sekarang!

Ingin Tahu Geliat Gang Dolly Setelah Lokalisasi  Ditutup? Kunjungi Festival ini!
surabaya.tribunnews.com/Pipit Maulidiya
Kawasan eks lokalisasi Dolly di Surabaya 

SURYA.co.id I SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan membuka Dolly Saiki Fest 2017, Sabtu (13/5/2017) sore.  

Geliat dan kehidupan paska Dolly ditutup akan tergambar nyata dalam festival yang digelar Pemkot Surabaya, Polda Jatim, Komunitas Bicara Surabaya, dan sejumlah pihak tersebut. 

Semua warga eks-Dolly baik mucikari maupun pekerja seks telah berdaya secara ekonomi. Tidak lagi melayani sahwat pengunjung. 

Risma membuka festival Dolly yang kini menjadi kampung kaya kreativitas warganya.

"Bu Wali nanti sore membuka langsung Dolly Saiki Fest," kata Camat Sawahan Muh Yunus.

Dolly adalah nama sebuah gang atau kampung di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. 

Wali Kota Risma resmi menutup Dolly yang dipenuhi ratusan wisma penjaja pekerja seks komersil pada 2014 lalu. 

Tempat ini tak lagi menjadi wisata syahwat dan lokasi prostitusi. Konon, Dolly adalah prostitusi terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini, terus dilakukan Pemberdayaan terhadap mantan mucikari dan eks-PSK. Mulai membatik, membuat baju, menjahit, konveksi, tas,  hingga perajin sepatu. 

Salah satu sepatu karya Dolly kini dipakai Risma. Tidak hanya itu, mereka juga membuka Warung makan dan aneka Kuliner.

Dolly Saiki Fest 2017 digelar dengan aneka kegiatan dengan semua pelaku festival adalah warga eksDolly. Festival ini digelar 13 Mei - 17 Juli 2017. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help