Surya/

Press Release

Agen46 BNI Salurkan Bansos PKH ke Lebih dari 8.500 Warga Jombang

Penyaluran secara simbolis bantuan sosial PKH tersebut dilaksanakan di salah satu lokasi Agen46, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, (13/5/2017).

Agen46 BNI Salurkan Bansos PKH ke Lebih dari 8.500 Warga Jombang
press release
Bupati Njono saat uji coba kartu PKH melalui BNI di Jombang, Sabtu (13/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para Agen46, yang merupakan kepanjangan tangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam memberikan layanan perbankan di daerah yang memiliki akses terbatas pada lembaga keuangan, terus mendapatkan peran penting dalam menyalurkan bantuan sosial dari pemerintah. Kali ini, Agen46 di Jombang, Jawa Timur mendapatkan tugas menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada sekitar 8.531 penerima manfaat.

Penyaluran secara simbolis bantuan sosial PKH tersebut dilaksanakan di salah satu lokasi Agen46, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, (13/5/2017).

Pada kesempatan tersebut Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, dijadwalkan hadir. Namun batal, karena dikabarkan takziah ke mertuanya yang meninggal dunia.

Widiarto HNS BNI Wilayah Surabaya, menjadi wakil dari Pemimpin BNI Wilayah Surabaya yang hadir bersama Bupati Jombang, Njono. Juga lebih dari 300 penerima manfaat Bantuan Sosial PKH asal beberapa desa di Jombang.

"Pada kesempatan yang sama, BNI juga membuka Agen46 baru di Jombang. Agen46 baru yang diresmikan operasionalnya di dalam acara ini," jelas Widiarto HNS BNI Wilayah Surabaya, dalam rilisnya.

Agen46 itu, meliputi Momo Shop, Koestiningsih, Amaliyah Silmi, M Ainur Cholis, Syaiful Munir, dan Sri Indarti. Agen-agen ini menambah jumlah Agen46 BNI di Jombang menjadi sekitar 140 agen. Para Agen46 di Jombang tersebut melengkapi Agen46 BNI yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia lebih dari 40.000 agen.

"Pembukaan Agen46 di Jombang ini menambah jangkauan layanan BNI agar semakin luas dan menembus kalangan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses outlet atau ATM BNI. Saat ini, BNI telah mengoperasionalkan sebanyak 1.997 outlet dan 17.075 ATM," jelas Widiarto.

Penyaluran Bantuan Sosial PKH ini merupakan penyaluran perdana melalui Agen46. Pada penyaluran perdana ini, Agen46 BNI di Jombang langsung menyalurkan bantuan sosial PKH kepada 8.531 penerima manfaat di Jombang dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Njono melakukan ujicoba penyaluran Bantuan Sosial PKH Non Tunai yang dicairkan menjadi uang tunai baik melalui mesin EDC BNI yang dioperasikan di Agen46 maupun melalui ATM BNI.

Para Penerima manfaat PKH di Jombang ini mendapatkan buku tabungan sekaligus Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dimana di dalam kartu tersebut berisi nominal sejumlah uang bantuan sosial dari Kementrian Sosial, dimana KKS tersebut berfungsi sebagai kartu Debit ATM bagi penerima PKH.

Keunggulan utama KKS adalah terdapat dua sistem yang tertanam di dalamnya, yaitu tertanam fungsi tabungan (Saving) dan fungsi juga sebagai e-Wallet. Dimana e-Wallet tersebut juga nantinya dapat digunakan untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok sembako. Dengan dua fungsi tersebut, penerima manfaat bantuan sosial PKH dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau berupa pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.

Agen46 merupakan agen individu yang ditunjuk oleh BNI sebagai kepanjangan tangan BNI dalam melakukan layanan perbankan sederhana seperti tarik tunai tabungan, setoran tabungan, transfer antar rekening, pembelian pulsa serta pembayaran rekening listrik. Agen46 merupakan bentuk dukungan BNI terhadap Program Lakupandai yang dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang digagas untuk mempercepat perluasan literasi keuangan di daerah-daerah yang sulit mengakses lembaga-lembaga keuangan.

Pada acara yang sama, BNI juga terus memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kali ini, Penerima KUR BNI yang diberikan secara simbolis pada acara ini adalah Urip Lestari senilai Rp 350 juta untuk usaha Toko kelontong & sembako. Kemudian, Didik Setiawan senilai Rp 200 juta untuk Toko Kelontong dan Sembako, serta Mariadi Rp 50 juta untuk Toko Kelontong dan Sembako. sri handi lestari

Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help