Sungai Kalianak Disoroti Dewan, Pemkot Surabaya Lakukan Pengerukan dan Bangun Plengsengan

Pemkot Surabaya menyatakan siap turun tangan membenahi kondisi sungai Kalianak yang kini tertutup bangunan liar. Begini rencana mereka.

Sungai Kalianak Disoroti Dewan, Pemkot Surabaya Lakukan Pengerukan dan Bangun Plengsengan
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Kondisi sungai Kalianak yang tertutup bangunan liar di Kelurahan Morokrembangan, Jumat (12/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkait aliran sungai Kalianak yang tertutup bangunan liar diakui oleh pemerintah Kota Surabaya. Di sana banyak bangunan liar yang mengganggu aliran sungai.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan pemkot memang sudah memiliki rencana program untuk melakukan normalisasi sungai Kalianak.

Menurutnya saat ini ada dua program yang sedang dilakukan DPUBMP yaitu pembangunan rumah pompa dan pembangunan plengsengan sungai.

"Tahun 2017 ini kami ada program pembangunan rumah pompa. Tepatnya di Kandangan," ucap Erna.

Pembangunan rumah pompa itu ditujukan untuk membantu sirkulasi air di kawasan Krembangan dan juga Asemrowo. Pembangunan fisik saat ini sedang berlangsung.

Tidak hanya itu, Erna menyebut pemkot sedang punya rencana untuk membangunkan plengsengan sepanjang 250 meter. Tepatnya di titik antara Genting Kalianak dan Kalianak Timur.

"Tapi kalau sekarang melakukan relokasi warga yang di bangunan liar seperti masih belum memungkinkan. Kami akan memulai untuk pengerukan," katanya.

Baca: Miris, Sampah dan Bangunan Liar Bikin Sungai Lebar di Surabaya ini Tak Terlihat

Namun lantaran jalur sungai dipenuhi dengan bangunan liar, alat berat akan masuk dari waduk morokrembangan. Konsekuensinya tetap harus menertibkan sebagian bangunan liar di sana.

"Saya akan minta dikumpulkan warganya dulu di dua wilayah yang terdapat bangunan liar sepanjang dua kilometer di dua kelurahan itu," ucap Erna.

Menanggapi usulan solusi dari pemkot terkait pembangunan plengsengan ditolak oleh Ketua LKMK Kelurahan Morokrembangan Alwani. Ia mengatakan, plengsengan bukan solusi yang tepat.

"Kalau dibangun plengsengan, berarti akan ada penggusuran. Tentu warga akan mengeluh. Kenapa harus di Kalianak yang diplengseng, percuma aliran sungai akan mengalir ke Morokrembangan juga, karena hanyaa 250 meter," komentar pria yang juga salah satu pemilik bangunan liar di sepanjang sungai Kalianak Kelurahan Morokrembangan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help