Surya/

Citizen Reporter

Jalan-jalan ke Petjinan Ketjil

tak pelak ajang tahunan Festival Kampung Petjinan ini diserbu warga yang ingin merasakan suasan Petjinan Malang tempo doeloe...

Jalan-jalan ke Petjinan Ketjil
pixabay
ilustrasi 

Reportase Septa Widya Etika
Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

UNIVERSITAS Ma Chung Malang menggelar acara tahunan Festival Kampung Petjinan, Minggu (30/4)/2017 sore di Jalan Wiromargo atau lebih dikenali sebagai kawasan Petjinan Ketjil.

Sebuah panggung hiburan berukuran cukup besar digunakan untuk menampilkan berbagai acara kebudayaan khas Tiongkok. Di antaranya, penampilan tari kipas, tari sumpit, dan wushu.

Tak hanya anak-anak muda, para orang tua juga menampilkan kebolehannya di atas pentas. Semua terhibur menyaksikan Festival Kampung Petjinan.

Semua pengunjung berbaur menjadi satu di sana. Mereka juga kagum saat menyaksikan teater anak-anak yang mengusung cerita Timun Emas dari Jawa Tengah. Tidak luput juga penampilan barongsai dan naga liong sebagai pembuka acara.

Selain itu, yang tak kalah penting dan selalu dicari adalah wisata kuliner khas Petjinan. Sepanjang Jalan Wiromargo berubah menjadi indah karena hiasan lampion warna-warni, berdiri tenda-tenda yang menjajakan makanan dan minuman.

Ada kue cang, cinco, bak aneka rasa, lumpia, ronde, olahan babi, kupat sayur, dan sebagainya. Ada juga jajanan lain, seperti takoyaki, okonomiyaki, seblak, weci atau ote-ote, onde-onde, pentol bakar, dan lain-lain yang bisa memuaskan perut pengunjung.

Satu lagi yang sayang dilewatkan, yaitu tenda foto. Di sini pengunjung bisa berfoto dengan dengan pakaian adat Tiongkok. Dengan membayar Rp 15.000, pengunjung bisa berfoto dengan pakaian adat dari berbagai Dinasti di Tiongko. Ah, serasa berada di Tiongkok. Menyenangkan, bukan?

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help