Surya/

Bisnis

Plastik Bersertifikat Halal jadi Andalan Medina di Bisnis Plastic Ware

Plastik bersertifikat halal menjadi andalan Medina untuk bersaing di pasar plastic ware di Indonesia.

Plastik Bersertifikat Halal jadi Andalan Medina di Bisnis Plastic Ware
Surabaya.tribunnews.com/Pipit Maulidiya
Plastic Ware bersertifikat halal Medina 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produk-produk rumah tangga berbasis plastik atau plastic ware di Indonesia semakin ramai di pasaran. Ini lantaran dari segi ketahanan, plastik tergolong lebih awet dan tahan lama sesuai dengan kebutuhan rumah tangga.

Medina, salah satu nama produk plastic ware tak mau ketinggalan mengisi kesempatan tersebut.

Dewi Hendrati, General Manager Marketing Communication Medina menjelaskan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional 2016. Presentasenya mencapai 5,02 persen.

Dewi menambahkan, peluang bisnis plastic ware ini juga bisa dilihat dari data Euro Monitor. Berdasarkan pertumbuhan rata-rata (CAGR) di Indonesia, pasar produk plastik rumah tangga terus mengalami peningkatan hingga 2018 mendatang.

Khususnya kebutuhan market size kategori produk beverage ware, food storage, dan dinnerware sebesar 11,2 persen per tahun, membuat peluang bisnis ini semakin lebar.

"Artinya kebutuhan keluarga Indonesia pada produk rumah tangga sangat tinggi. Untuk itu Medina hadir, memenuhi kebutuhan tersebut. Karena persaingan sangat ketat, kami memiliki konsep yang berbeda yaitu produk halal dan aman bagi keluarga," ujarnya, Kamis (11/5/2017) di Hotel Max One, Jalan Tidar Surabaya.

Dengan mengusung konsep produk peralatan rumah tangga halal pertama di Indonesia, Dewi mengaku menargetkan 15 persen market share houseware dalam lima tahun mendatang.

"Kami yakin masyarakat antusias dengan produk kami. Jika ada pertanyaan kenapa bisa berlebel halal? Jadi dalam proses produksinya kami melalui serangkain tes dari MUI, terkait bahan-bahan apa saja yang boleh (halal) digunakan. Dalam hal ini kami berbeda dari segi pigmen yang digunakan," jelasnya.

Dalam campuran pigmen, Medina mengikuti standart penggunaan zat adiktif sesuai persyaratan MUI.

"Semua plastic ware menggunakan pigmen dengan campuran bahan adiktif ini. Tapi kami hanya menggunakannya beberapa persen saja (sesuai yang ditetapkan MUI). Biasanya kan produk plastic ware berubah ketika sering digunakan untuk masakan panas, warnanya akan memudar. Nah zat adiktifnya itu bermigrasi ke makanan, sehingga yang awalnya makanan halal bisa jadi haram karena tercampur zat adiktif dengan komposisi yang tidak dianjurkan MUI," terangnya.

Sejauh ini Medina sudah meluncurkan 19 set produk dengan berbagai desain. Dewi mengaku, dengan konsep produk halal dan desain menarik tersebut bermaksud mengarah kepada konsumen kelas premium. Harga yang ditawarkan mulai Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu per set.

Mereka juga selalu membuat desain baru, setiap dua bulan sekali. Ini untuk memenuhi kebutuhan ibu rumah tangga, yang gemar mengoleksi dan menggunakan perabotan rumah tangga sebagai pewarna interior rumah.

Salah satu konsumen Medina, Manda (28) mengaku turut antusias dalam setiap desain terbaru yang dikeluarkan Medina.

"Produknya BPA Free, dan awet ya. Tadi saya lihat demo saat salah satu produk dibanting. Selain itu desainnya juga menarik," katanya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help