Surya/

Public Service

Pengendara Diimbau Hati-hati Melintas di Frontage Road, ini Alasannya

Para pengendara yang melintasi jalur frontage road diminta untuk ekstra hati-hati. Ada ini...

Pengendara Diimbau Hati-hati Melintas di Frontage Road, ini Alasannya
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Zaimul Haq
Pekerja melaksanakan pembangunan saluran air di frontage road sisi Barat di depan Kantor Dinas Kesehatan Jatim, Jl A Yani, Kamis (11/5). Pembangunan saluran air itu mengurangi genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengguna jalan di frontage road Jalan Ahmad Yani sisi barat diharapkan lebih waspada karena ada pengerjaan proyek saluran air. Khususnya saat melintas di depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Pantauan Surya di lokasi pembangunan saluran air, sejumlah tanda peringatan tampak dipasang petugas hampir di separuh bahu jalan. Alat berat back hoe tampak mengeruk tanah di antara jalan arteri Jalan Ahmad Yani dan frontage road.

"Proyek ini sudah dua minggu dijalankan. Ini proyek saluran untuk membuat tampungan air di jalan frontage road," ucap M Arief, pelaksana proyek dari kontraktor mitra Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Kamis (11/5/2017).

Arief menyebut, proyek saluran air yang dibangun sepanjang 200 meter. Proyek itu dibangun untuk melanjutkan saluran di sisi utara yang sebelumnya sudah selesai.

"Yang sisi utara sudah selesai. Ini melanjutkan saja. Dari depan Mapolda sampai ujung frontage road depan Kantor Dinas Kesehatan," ujarnya.

Untuk pembangunan saluran air yang memiliki lebar sekitar enam meter itu, kontraktor tidak menggunakan box culvert. Melainkan akan membangun menggunakan pasangan batu kali.

Pengerjaan Dua Pekan

Ia berharap, setelah selesai pembangunan saluran air itu, kondisi frontage road tak tergenang air lagi saat hujan tiba. Proyek pembangunan saluran ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan ke depan.

"Kalau cuacanya bagus pengerjaan proyek ini akan cepat selesai. kalau sekarang ini sudah jalan dua minggu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Arif menyebutkan bahwa saat ini progres pengerjaan salurannya baru tahap awal. Usai pengerukan lahan, tim pelaksana proyek juga memasang kisdam untuk membendung aliran air agar tidak masuk ke rencana saluran yang sedang dikerjakan.

"Kalau sekarang sudah proses pemasangan sheet pail, yaitu balok baja. Sheet pail ini dipasang di sepanjang sisi kanan dan kiri saluran agar tanahnya tidak ambrol," katanya.

Setelah pemasangan sheet pail, pekerja proyek akan memasang batu kali di kedua sisi. Dengan pengerjaan cara itu, kedua sisi saluran kokoh dan tidak mudah terkikis.

Sementara itu, Alam, warga Gayungsari yang setiap hari melintas di frontage road sisi barat itu mengatakan, selama ini di depan Kantor Dinas Kesehatan sering ada genangan air. Genangan air juga membuat jalan berlubang.

“Kalau sekarang dibangunkan saluran ya bagus. Artinya nanti semoga tidak ada genangan lagi di jalan frontage road," komentarnya.

Pasang Delapan Balok Barrier untuk Tanda

Selama pengerjaan saluran di frontage road sisi barat di Jalan Ahmad Yani, kontraktor sudah melakukan sejumlah langkah pengamanan agar tak ada pengendara jadi korban. Salah satunya, mereka memasang balok barrier.

Kontraktor memasang delapan balok barrier berjajar di bahu jalan. Tali berwarna kuning sebagai tanda agar pengendara hati-hati pun dipasang di sepanjang sisi pengerjaan proyek.

"Kendaraan yang melintas di frontage road barat ini kencang semua. Apalagi setelah melalui bundaran Dolog itu seperti langsung memacu kecepatan," ucap M Arief, petugas pelaksana proyek saluran air.

Ia berharap dengan adanya barrier ini pengguna jalan bisa lebih berhati-hati. Pihaknya tidak ingin ada korban yang terkena kecelakaan akibat adanya proyek konstruksi saluran itu.

"Sebentar lagi, kami juga akan melakukan pemasangan pengaman, bentuknya kerucut untuk mengamankan proyek juga. Sebab ini kan juga ada alat berat. Agar lebih safety," imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, adanya proyek saluran di sisi frontage road barat ini tidak terlalu menganggu lalu lintas kendaraan yang lewat. Sebab di frontage road sisi barat ini ada empat lajur.

Sedangkan untuk pengamanan proyek hanya memakan setengah lajur sisi paling timur. Hanya saja yang sedikit rawan adalah pengerjaan proyek di mulut frontage road di depan Kantor Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Sebab usai bundaran dolog dan masuk ke frontage road, ada belokan yang cukup sempit karena ada sejumlah rumah yang belum dibebaskan dan baru melebar usai tingkungan tersebut. Sedangkan di mulut jalan tersebut sudah ada pengerjaan proyek.

"Tapi sudah kami pasang barier dan juga tulisan tanda hati-hati di sisi tersebut," ucap Arief.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help