Surya/
Grahadi

Press Release

Pakde Karwo Ajak UNESA Ikut Tingkatkan Kualitas SDM Para Lulusan SMK

Gubernur Jatim, Soekarwo, meminta Universitas Negeri Surabaya terlibat dalam upaya pengembangan SDM para lulusan SMK. Begini strateginya...

Pakde Karwo Ajak UNESA Ikut Tingkatkan Kualitas SDM Para Lulusan SMK
ist/Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jatim, Soekarwo, saat bicara dalam kuliah umum di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (10/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA -Gubernur Jatim, Soekarwo, meminta Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk ikut serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur. Salah satunya dengan menyelenggarakan pendidikan selama setahun yang bertumpu pada community college, bagi para lulusan SMK.

Hal itu disampaikan Soekarwo saat bicara dalam Kuliah Umum Gubernur Jawa Timur dengan Tema Pendidikan dan Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia di Jawa Timur. Kuliah umum ini digelar di Auditorium Kampus UNESA, Surabaya, Rabu (10/5/2017).

Menurut Soekarwo, tujuan diikutkannya lulusan SMK dalam community college adalah agar mereka memiliki keterampilan khususnya di bidang teknologi. Selain itu, lulusan tersebut akan memiliki skill tambahan agar bisa bersaing dalam dunia kerja. Apalagi dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga yang kaya skill.

”Lulusan SMK wajib memiliki kualitas SDM agar bisa bersaing. Oleh sebab itu, UNESA agar ikut bagian di dalamnya,” tutur Pakde Karwo.

Ditambahkan Soekarwo, jumlah SMK di Jatim mengalami kenaikan tiap tahun. 

Pada tahun 2015 ada sekitar 1.525 SMK yang dikelola swasta dan 288 SMK yang dikelola pemerintah. Sedangkan pada tahun 2016 jumlahnya meningkat, yaitu sebanyak 1.663 SMK swasta dan 291 SMK Negeri. 

Jumlah SMK tersebut diimbangi dengan jumlah siswa yang banyak mencapai 704.033 siswa untuk tahun ajaran 2016/2017.

Namun demikian, masih banyak SMK yang belum memiliki standarisasi ISO. Ada sekitar 1.294 SMK swasta dan 105 SMK Negeri belum standarisasi ISO.

Sedangkan yang masih proses akreditasi sebanyak 137 SMK Swasta dan 14 SMK Negeri. Kemudian, untuk yang sudah standarisasi ISO ada 232 SMK swasta dan 173 SMK Negeri. Dari jumlah tersebut, bisa terlihat masih banyak SMK yang belum memiliki standarisasi.

“Hal itu menjadi tugas UNESA dan pemerintah agar para lulusan SMK tersebut, bisa memilikl kemampuan lebih agar bisa diterima dunia industri,” jelasnya.

Pakde Karwo menambahkan bahwa persaingan Jatim, tidak lagi dengan Jakarta, Jabar, Sulsel dan Sumatera Utara tetapi bersaing dengan Hanoi, Perth, Szen Chen, atau provinsi lain di India.

"Kalau kualitas SDM tidak ditingkatkan, infrastruktur tidak dibangun dan birokrasi tidak diperbaiki maka akan kehilangan kesempatan menggapai kemajuan," pungkasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help