Surya/

Lifestyle

Anne Avantie Libatkan Napi untuk Isi Koleksi The Heritage

“The Heritage ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan khusus ada di Surabaya.” tegas Anne Avantie.

Anne Avantie Libatkan Napi untuk Isi Koleksi The Heritage
surya/achmad zaimul haq
ANGGUN - Sejumlah model memeragakan busana karya desainer Anne Avantie saat show memeriahkan pembukaan gerai The Heritage di Ciputra World Mall Surabaya (CWS), Kamis (11/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah sukses menghadirkan koleksi busana untuk penikmat fashion di Jakarta dan Semarang, desainer kondang Anne Avantie hadir di Surabaya.

Namun, perancang busana yang dikenal lewat karya kebaya dan batiknya ini mengaku koleksi Surabaya ini berbeda dengan di Jakarta dan Semarang.

“The Heritage ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan khusus ada di Surabaya,” tegasnya ketika ditemui, Kamis (11/5/2017).

Menurut Anne, khusus untuk mengisi koleksi busana di The Heritage di Ciputra World Mall Surabaya ini, dia menggandeng ribuan UKM di Jawa Tengah.

Selain itu, ibu tiga anak ini juga tak segan melibatkan narapidana dari lambaga pemasyarakatan di Jawa Teng sebagai tukang potong maupun tukang jahitnya.

“Saya ingin memberdayakan mereka sehingga bisa mandiri dan punya penghasilan yang halal dari jerih payah mereka sendiri,” begitu tegas wanita kelahiran Semarang, 20 Mei 1954 ini.

Bertolak dari alasan itu pula, desainer yang karyanya banyak dipakai para selebriti Tanah Air ini tak membedakan koleksinya itu dari bahan batik cap, tulis, atau pun printing.

“Bagi saya yang penting kegiatan itu harus memberi dampak pada hajat hidup orang banyak. Jadi itu bisa apa saja, nggak peduli, cap, tulis, atau bahkan printing sekali pun,” ucapnya.

Perempuan yang aslinya bernama Sianne Avantie ini menyatakan pula agar masyarakat tidak meremehkan produk batik printing.

“Semua orang punya hak untuk hidup. Dan yang perlu dihargai adalah semangat hidupnya, dan upayanya untuk kreatif,” imbuh Anne Avantie.

Keberanian Anne Avantie menggelar koleksinya di Surabaya, diakui karena dia melihat banyak warga kota ini menggemari koleksi busana karyanya.

“Fans saya di Surabaya itu nomor dua setelah Jakarta,” begitu tandasnya.

Menurut desainer yang karyanya sudah dikenal luas hingga mancanegara ini, dia senang akhirnya bisa membuka gerai di Surabaya.

“The Heritage sekaligus menandai 28 tahun saya berkarya,” ujar Anne Avantie.

Sebagai sebuah warisan budaya, Anne Avantie terus akan berupaya agar batik bisa dikenal secara luas. Karena itu, dia selalu melakukan kolaborasi kreasi batik dengan inovasi yang bisa diterima dunia global.

“Saya ingin setiap orang yang pakai busana ini bisa jadi lebih berkarakter melalui batik,” katanya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help