Berita Politik

VIDEO - Tommy Soeharto Dicalonkan Maju Pilpres 2019

"Kalau seorang putra ulama di pesantren, disebut dengan Gus. Nah kalau di pemerintahan, Gus-nya ya Mas Tommy ini."

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah kiai yang juga mengaku sebagai simpatisan Presiden kedua RI, Soeharto, menyebut Hutomo Mandala Putra atau yang biasa dipanggil Tommy Soeharto, memiliki kemiripan dengan sang ayah. Oleh karena itu, Tommy pun diharapkan dapat menjadi penerus ayahnya.

Salah seorang undangan pertemuan membandingkan Tommy dengan anak seorang ulama.

Menurut kiai tersebut, kalau di pesantren, biasanya putra seorang ulama disebut dengan Gus. Sama halnya dengan hal itu, karena Tommy merupakan putra seorang putra presiden maka laik juga memiliki gelar serupa.

"Kalau seorang putra ulama di pesantren, disebut dengan Gus. Nah kalau di pemerintahan, Gus-nya adalah putra presiden ini. Mas Tommy ini adalah Gus," kata serorang kiai yang mengaku datang dari Banyuwangi tersebut.

Hal itu terungkap dalam Silaturahmi Ulama dengan Tommy Suharto yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya di Hotel Singgasana, Rabu (10/5/2017).

Lebih dari itu, para kiai yang juga mengaku sebagai simpatisan Presiden Soeharto tersebut mendorong Tommy agar mau mencalonkan diri sebagai Presiden RI berikutnya.
"Pak Harto memiliki jasa yang begitu besar bagi kami. Banyak jasa-jasa beliau yang menurut kami tak ternilai," kata seorang kiai yang lain.

"Kami sebenarnya menunggu. Sebab, sejak tahun 1998, trah keluarga cendana seperti tenggelam, baik di pemerintahan maupun legislatif. Dengan munculnya Mas Tommy sekaligus Partai Berkarya ini menjadi angin segar bagi kami," lanjut kiai tersebut.

"Oleh karena itu, kami mendorong Mas Tommy untuk menjadi pemimpin Indonesia dengan mencalonkan diri sebagai presiden. Kami harap, dukungan yang sudah kami berikan ini tak lantas ditinggalkan," sambungnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Tommy mengatakan bahwa partainya tak mungkin bisa berangkat mencalonkan diri hanya dengan dukungan dari Partai Berkarya.

Mengingat, sistem pemilihan presiden mendatang dilakukan bersamaan dengan Pemilu Legislatif.

Apalagi kata Tommy, partai lain biasanya juga memiliki calon dari internal. Oleh karena itu, pihaknya akan lebih memilih untuk mencari alternaif calon lain.

"Dengan realita sistem pemilu baru, cukup kecil peluang partai baru untuk dapat mengusung kadernya sendiri. Partai Berkarya dipastikan akan mencari alternatif calon lain. Saat ini, ada beberapa nama yang masuk dan mana yang terbaik bagi rakyat Indonesia, itu yang akan didukung oleh Partai Berkarya," kata Tommy.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved