Surya/

Kemacetan di Jalur Mudik Alternatif

Polantas Atur Lalu Lintas Hanya Pagi dan Sore, Siangnya Penyeberang Andalkan 'Polisi Cepek'

Baginya, menjadi polisi cepek gampang-gampang susah. Sebab tidak sedikit pengendara yang tidak sabaran.

Polantas Atur Lalu Lintas Hanya Pagi dan Sore, Siangnya Penyeberang Andalkan 'Polisi Cepek'
surya/m taufik
Kemacetan parah di perempatan Duduksampeyan Gresik, Rabu (3/5/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Imam Tohari (54), terlihat sibuk mengatur lalu lintas di Perempatan Duduksampeyan, Gresik, Rabu (3/5/2017) siang.

Berbekal peluit dan bendera kecil di tangan kanannya, warga Desa Duduksampeyan itu melangkah ke tengah jalan raya dan memberi aba-aba agar semua kendaraan besar dari arah barat berhenti.

Sesaat kemudian, Tohari menyuruh kendaraan dari arah utara untuk segera menyeberang di perempatan tersebut.

“Ayo cepat, cepat,” teriak Tohari memberi aba-aba di perempatan itu.

Sejumlah pengendara yang hendak menyeberang terlihat memberikan uang ke Tohari. Tohari menerima uang itu tanpa melihat nilainya.

“Diberi berapapun saya terima, niat saya membantu warga menyeberang. Kasihan kalau waktu ramai-ramainya, warga kesulitan nyeberang di sini. Kalau tidak dibantu, bisa lama menunggu sepinya kendaraan,” katanya.

Tohari memang sudah bertahun-tahun membantu polisi mengatur lalu lintas atau istilahnya menjadi polisi cepek di Perempatan Duduksampeyan.

Tetapi, itu bukan pekerjaan utamanya. Pekerjaan utamanya menjadi tukang ojek yang mangkal di kawasan itu.

Kalau tidak ada penumpang, ia baru membantu masyarakat yang akan menyeberang jalan raya.
“Paling sehari hanya dapat Rp 20.000 sampai Rp 25.000. Saya mulai membantu menyeberangkan siang sampai menjelang sore, kalau tidak ada penumpang,” ujarnya.

Saat pagi dan sore, polisi yang mengatur lalu lintas. Sebab, pagi dan sore menjadi jam-jam padat kendaraan di titik itu.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help