Surya/

Citizen Reporter

Mari Mendongeng

ternyata butuh trik khusus agar mendongeng bisa tepat sasaran dan pesan yang ingin disampaikan bisa diterima sasaran .. ini dia jurus luwes mendongeng

Mari Mendongeng
theconversation.com
Yuk mendongeng 

Reportase Anang Pujimanto
Staf SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

SEKOLAH DASAR Muhammadiyah 4 Surabaya, Selasa (18/4/2017)  kedatangan tamu istimewa, Kak Bimo, pendongeng dari Yogyakarta. 

“Mendongeng itu bukan hanya menyampaikan cerita kepada penonton atau pendengar, tapi juga harus bisa menyampaikan pesan amar ma'ruf nahi munkar, karena mendongeng bisa jadi sarana dakwah yang jitu,” ujar Kak Bimo.

Menurut Kak Bimo, mendongeng yang baik itu mempunyai dua syarat, yaitu materi dan penyajiannya bagus.

“Ketika materi cerita bagus, tetapi pendongeng menyajikannya tidak bagus, menjemukan, gayanya monoton, maka pendengar atau penonton akan jenuh,” tuturnya.

Kak Bimo pun berbagi tip bagi siswa SD Mudipat yang berminat mendongeng, yakni, “ketika mendongeng, kalian harus bisa menata sikap di hadapan penonton, pendongeng harus bersikap luwes agar penonton senang dan terhibur.”

Pria yang pernah mendongeng untuk anak-anak Palestina itu memberikan saran agar pendongeng luwes saat mendongeng. Yakni, berdiri tegak di atas dua kaki, merendahkan badan sedikit, tangan harus selalu di samping pinggang dan digerakkan melebar, ekspresi wajah harus selalu ceria, berjalan empat langkah.

Pemilik nama Nur Hidayat Bambang Bimo Suryono itu juga menerangkan gaya-gaya yang harus dihindari ketika mendongeng. Di antaranya, gaya tukang parkir, lupa ingatan, gaya stres, gaya boneka unyil, gaya menutup aurat, dan gaya menggali harta karun.

Lalu apa saja cerita yang bsia dibagikan? Ada dua, akata Kak Bimo. Yaitu, cerita nyata dan dongeng. Di antaranya, cerita adalah sejarah yang ditulis sejarawan. Misalnya, sejarah perang kemerdekaan Indonesia.

Sirah atau biografi, cerita tentang perjalanan hidup tokoh. Contohnya biografi Raden Ajeng Kartini.

Testimoni yaitu cerita kesaksian, contohnya testimoni perjalanan ibadah haji.

Sementara di antara dongeng ada mitos, legenda, hikayat, fabel, saga, hingga epos.

Nah, mari mendongeng.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help