Surya/
Home »

Bisnis

» Makro

Berita Ekonomi Bisnis

Franchise Mur dan Baut Tawarkan 3.000 Jenis dengan Sistem Kemitraan kepada UKM

"Sistem mitra ini adalah untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin mengembangkan toko mur dan baut."

Franchise Mur dan Baut Tawarkan 3.000 Jenis dengan Sistem Kemitraan kepada UKM
surya/sri handi lestari
Irwanto Limarno, Business Development Direktor AJBS Fasteners atau RJ Steel dan Indriani Suhartono, CEO RJ Steel, saat mengikuti pameran franchise di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebutuhan industri alat-alat konstruksi kecil, seperti mur dan baut dipastikan terus ada dan berkembang. Hal ini direspons PT Andika Jana Bhumi Sejahtera (AJBS Fasteners) dengan mengembangkan bisnisnya dari franchise, bertambah dengan sisteim mitra.

"Sistem mitra ini adalah untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ingin mengembangkan toko mur dan baut. Ada lebih dari 3.000 jenis mur dan baut yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan industri maupun retail," kata Irwanto Limarno, Business Development Direktor AJBS Fasteners atau RJ Steel, Rabu (10/5/2017).

Konsep kemitraan ini berbeda dengan konsep franchise yang sudah dikembangkan RJ Steel sejak tahun 2016 lalu.

Bila dengan sistem franchise atau waralaba, syaratnya satu wilayah satu franchise. Penentuan wilayah dengan segmentasi market.

"Franchise RJ Steel non royalti. Ada jaminan replace stok, di mana bila satu barang tidak bergerak (laku), bisa diganti. Nilai investasi satu franchise sekitar Rp 1,060 miliar dengan payment yang sangat soft," jelas Irwanto.

Sementara untuk mitra, dengan konsep yang sama, hanya investasinya bisa memilih.
Yaitu Rp 100 juta di pilihan I, pilihan III, nilai investasi antara Rp 100 juta hingga Rp 300 juta, dan pilihan III di atas Rp 300 juta.

Baik Franchise maupun mitra sama-sama terhubung dengan server connection 24 jam untuk pemantauan stok.

Langkah mitra ini untuk menjaring UKM yang ingin bergerak di sektor mur dan baut.
Pasar mur dan baut terus ada, karena dalam setiap setengah meter, orang akan berkaitan dengan mur dan baut.

"Pada kacamata, pada jam tangan, dan aksesoris lain yang biasa dikenakan. Hingga ke bahan bangunan, barang-barang di sekitar, termasuk di ponsel yang selalu dipegang orang ada mur dan bautnya," tambah Irwanto.

Indriani Suhartono, CEO RJ Steel, menambahkan, untuk franchise RJ Steel saat ini, sudah memiliki 25 franchise secara nasional.

"Paling baru di Jambi yang ke 25. Targetnya bisa bertambah. Sedangkan yang mitra, sudah ada lima di Sidoarjo, Pacitan, Surabaya dan Malang, target kami secara nasional, baik franchise maupun mitra bisa mencapai 80 outlet hingga akhir tahun 2018 mendatang," jelas Indriani.

Sedangkan barang mur dan baut yang disupplay ke outlet ada yang impor dan ada yang berasal dari hasil produksi dari PT AJBS, yang memang memproduksi mur dan baut lokal.

"Sekitar 40 persen yang impor. Sisanya lokal," tandas Indriano.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help