Surya/

Kemacetan di Jalur Mudik Alternatif

VIDEO - Polisi di Duduksampeyan Terapkan Sistem Buka Tutup saat Libur Panjang

Sampai kini belum ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan di simpang Duduksampeyan. Polisi pun harus rajin-rajin melakukan rekayasa lalu lintas.

Hingga kini belum ada solusi permanen untuk mengatasi masalah macet di Simpang Duduksampeyan, Gresik. Rekayasa lalu lintas menjadi salah satu cara untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura itu. Untuk itu, Satlantas Polres Gresik mendirikan pos mobile dari kontainer untuk memantau arus lalu lintas di kawasan itu.

SURYA.co.id | GRESIK -  Brigadir Polisi Bambang duduk santai menghadap layar komputer di dalam pos mobile dari kontainer yang didirikan di sisi barat sebelah utara Simpang Duduksampeyan, Rabu (3/5/2017) siang.

Anggota Satlantas Polres Gresik itu sedang memantau arus lalu lintas di Perempatan Duduksampeyan lewat layar CCTV.

Dari layar CCTV terlihat arus lalu lintas di perempatan ramai lancar. Sesekali terlihat dua “polisi cepek” menghentikan kendaraan di jalur utama untuk membantu pengendara yang menyeberang di perempatan tersebut.

“Kalau siang gini, arus lalu lintas lancar, kami biarkan warga yang membantu pengendara menyeberang. Kami hanya mantau lewat CCTV di pos, tapi kalau sewaktu-waktu terjadi macet, kami yang ambil alih (pengaturan lalu lintas),” kata Bambang.

Pada hari aktif, kemacetan di Simpang Duduksampeyan hanya terjadi saat pagi dan sore. Pada pagi hari, kepadatan kendaraan terjadi dari arah barat (Lamongan) ke timur (Surabaya).

Sebaliknya, pada sore hari kepadatan kendaraan terjadi dari arah timur (Surabaya) ke barat (Lamongan). Kemacetan tidak berlangsung lama, paling lama satu jam.

Kecuali saat akhir pekan atau libur panjang. Kemacetan di titik itu bisa terjadi sewaktu-waktu. Seperti yang terjadi ketika libur panjang dua pekan lalu. Kepadatan kendaraan di titik itu terjadi mulai siang hingga malam. Kepadatan kendaraan mencapai 4 km. Petugas sempat menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan di jalur itu.

“Kami sempat memberlakukan sistem buka tutup sebanyak empat kali mulai siang hingga malam. Kondisi itu sama dengan kepadatan kendaraan saat arus mudik Lebaran,” ujarnya.

Petugas yang khusus berjaga di pos mobile hanya dua personel. Tetapi, kalau pagi dan sore ada tambahan empat personel yang membantu mengatur lalu lintas di kawasan itu. Apalagi ketika terjadi macet saat akhir pekan. Jumlah personel yang diterjunkan di titik itu bisa lebih banyak.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help