Berita Release

Mobil Hias BPJS Ketenagakerjaan Tampil dalam Parade Budaya dan Bunga HUT Surabaya

"Sejauh ini BPJS Ketenagakerjaan selalu mendukung semua program Pemkot Surabaya yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat."

Mobil Hias BPJS Ketenagakerjaan Tampil dalam Parade Budaya dan Bunga HUT Surabaya
foto: istimewa
Tim dan mobil bunga dari BPJS Ketenagakerjaan saat tampil dalam parade budaya dan bunga dalam rangka HUT Kota Surabaya pada Minggu (7/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Empat kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang ada di Surabaya Raya dan Kantor Wilayah BPJS Jatim, tampil dalam perhelatan akbar “Parade budaya dan bunga HUT Surabaya ke-724” pada hari ini, Minggu (7/5/2017).

Partisipasi itu merupakan bagian dari komitmennya untuk selalu mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Surabaya.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Parade Budaya dan Bunga BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Raya Arie Fianto Syofian.

"Sejauh ini BPJS Ketenagakerjaan selalu mendukung semua program Pemkot Surabaya yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk Parade Budaya dan Bunga. Untuk itulah kegiatan ini kemudian digunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi program jaminan sosial yang telah dilaksanakan," kata Arie dalam rilisnya, Senin (8/5/2017).

Lebih lanjut, Arie mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada ibu Wali Kota karena telah mengundang turut serta dalam Pawai budaya dan bunga yang bisa meningkatkan brand image BPJS Ketenagakerjaa.

Melalui keikutsertaan itu, BPJS Ketenagakerjaan ingin lebih dekat dengan masyarakat.

Saat ini ada empat program jaminan sosial yang telah dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JPN).

Keempat program tersebut diyakini bisa meminimalisasi tingkat kemiskinan masyarakat akibat kejadian yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan kerja, kematian, pemutusan hubungan kerja ataupun pensiun.

Melalui program JKM, BPJS Ketenagakerjaan ingin memberikan perlindungan kepada masyarakat kota Surabaya sehingga potensi kemiskinan atas keluarga yang ditinggal mati oleh tulang punggung pencari nafkah bisa dihindari.

Begitu juga dengan program JKK. Sementara JHT dan Pensiun akan menjadi tabungan bagi tenaga kerja di masa tuanya, dimana tenaga kerja tetap bisa memiliki penghasilan dan bisa mempertahankan martabatnya.

“Dan saat ini, program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaa sudah mengalami diversifikasi, jika dahulu program ini hanya bisa diikuti oleh tenaga kerja penerima upah, sekarang yang bukan penerima upah pun bisa mengikuti. Tukang becak, tukang bakpao, dan penjual yang selama ini tidak bisa ikut. Harapan kami, mereka ini mau bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Arie.

Jumlah kepesertaan tenaga kerja BPU ini masih sangat kecil. Di Surabaya Raya, misalnya, jumlah peserta dari tenaga kerja BPU mencapai sekitar 16.800 tenaga kerja.

Jumlah ini hanya mencapai sekitar 25 persen dari total potensi yang ada. Sedangkan jumlah peserta dari tenaga kerja PU mencapai 535.000 yang bekerja di sekitar 9.000 perusahaan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help