Surya/

Kemacetan di Jalur Mudik Alternatif

Lebaran Sebentar Lagi, Jalur Alternatif Mudik Masih Macet

Musim mudik lebaran akan segera dimulai. Tetapi sampai kini jalur-jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan masih mengalami kemacetan parah.

Lebaran Sebentar Lagi, Jalur Alternatif Mudik Masih Macet
surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Beginilah suasana kemacetan di kawasan Duduksampeyan, Gresik, yang menjadi pemandangan sehari-hari. 

SURYA.co.id | GRESIK - Sejumlah titik rawan macet di Jatim masih menghantui pengendara pada arus mudik Lebaran 2017.

Salah satu jalur rawan macet itu berada di wilayah Duduksampeyan, Gresik. Sampai kini belum ada solusi permanen untuk mengurai kemacetan di titik itu. Terlebih, di kawasan itu tidak ada pembangunan jalan tol.

Tiap tahun, Simpang Empat Duduksampeyan menjadi langganan macet saat arus mudik Lebaran.

Penyebabnya, volume kendaraan sangat padat, penyempitan jalan (bottleneck), dan aktivitas penyeberangan tinggi karena terdapat pasar tradisional.

Duduksampeyan merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan dengan Surabaya. Otomatis kawasan itu menjadi jalur padat kendaraan.

“Pada jam-jam sibuk dan akhir pekan, jumlah kendaraan yang melintas di Perempatan Duduksampeyan mencapai 1.350 unit per jam. Kalau Lebaran tentunya jumlahnya lebih dari itu,” kata Yogi Siswoko, Kasi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Rabu (3/5/2017).

Di titik itu juga terjadi penyempitan jalan. Penyempitan jalan terjadi sekitar 100 meter dari arah barat sebelum Perempatan Duduksampeyan.

Penyempitan jalan itu menyebabkan penumpukan kendaraan. Jalan yang sebelumnya lebar dengan dua lajur, berubah menjadi satu lajur saat mendekati perempatan.

Potensi kemacetan diperparah dengan tingginya aktivitas warga yang menyeberang di perempatan. Di sebelah selatan perempatan terdapat pasar tradisional, sedangkan di sisi utaranya perkampungan warga.

Pantauan di lokasi, Rabu (3/5/2017), menunjukkan hampir lima menit terdapat warga yang menyeberang di perempatan itu. Sebagian besar warga menyeberang menggunakan sepeda motor dan sebagian kecil jalan kaki.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help