Surya/

Pengembang Apartemen di Surabaya Harus Siapkan Lahan Pemakaman Lebih Luas, ini Alasannya

Para pengembang apartemen di Surabaya bakal dipaksa untuk menyediakan lahan untuk makam yang lebih luas. Ternyata, ini alasannya...

Pengembang Apartemen di Surabaya Harus Siapkan Lahan Pemakaman Lebih Luas, ini Alasannya
kompas.com
ilustrasi lahan pemakaman 

SURYA.co.id | SURABAYA – Aturan kewajiban penyediaan lahan makam bagi pengembang perumahan di Kota Pahlawan bakal diubah oleh pemerintah Kota Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Kamis (4/5/2017).

Ia mengatakan saat ini aturannya adalah setiap pengembang perumahan harus menyediakan lahan makam dengan luas dua persen dari total luas lahan.

“Saat ini kami sedang mengupayakan untuk perubahan. Khususnya dengan maraknya pembangunan perumahan vertical non landed seperti apartemen,” kata Eri.

Jika perumahan landed, luas lahan total misalnya 1.000 hektar, maka pengembang wajib menyediakan lahan makam sebesar 20 hektar.

Nah, jika luas lahannya hanya 500 hektar, namun apartemennya 10 lantai, maka penyediaannya 10 hektar.

“Padahal bisa jadi jumlah penghuni apartemen lebih banyak dibandingkan dengan yang perumahan landed, tentu seharusnya kompensasi penyediaan makamnya harus lebih banyak,” kata Eri.

Oleh sebab itu, saat ini aturan dalam Perda No 7 Tahun 2010 tentang Penyerahan Lahan Makam bagi pengembang dan pelaku usaha perumahan.

Saat ini menurut Eri sedang diajukan oleh Pemkot Surabaya untuk dilakukan perubahan.

“Nanti kami akan ajukan, bahwa ukuran penyerahan lahan makam itu bukan berdasarkan luas lahan total, melainkan dari jumlah lantainya,” kata Eri.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help