Surya/

In Memoriam

Mantan Pelatih Voli Nasional Berpulang, Leo Maspaitella di Mata sang Anak

Loudry Maspaitella, mantan tosser terbaik Indonesia, mengaku bahwa sang ayah merupakan figur yang memprioritaskan pendidikan anak-anaknya.

Mantan Pelatih Voli Nasional Berpulang, Leo Maspaitella di Mata sang Anak
surabaya.tribunnews.com/Dya Ayu
Keluarga mendiang Leo Maspaitella melihat jenazah pria yang meninggal dunia di usia 78 tahun, Rabu (3/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjadi sosok ayah membimbing dan mengarahkan anak-anaknya hingga menjadi atlet-atlet nasional, membuat sosok Leo Maspaitella begitu dikenang.

Berkat sikap disiplin dan tak memaksakan kehendaknya inilah, dua dari tiga anak Leo berhasil menjadi atlet atletik dan bola voli nasional, Henny Maspaitella dan Lodry Maspaitella.

"Papa itu seorang yang luar biasa mendukung karir anak-anaknya dan sangat disiplin. Dulu kami diikutkan seluruh cabang olahraga, dari situ dilihat potensi kami dimana. Sebelum ke atletik saya juga pernah ke renang, basket, dan juga voli," kata Henny Maspaitella pada Surya.co.id, Rabu (3/5/2017) sore.

Berkat dukungan sang ayah dan ibundanya, Paulina Sarah Lessill, beberapa prestasi telah ia raih, di antaranya medali emas lari 100 meter putri SEA Games 1979, medali emas lari 100 meter kejuaraan Asia Terbuka 1981 dan medali emas lari 200 meter kejuaraan Asia terbuka 1981.

Sedang anak kedua Leo, Loudry Maspaitella, mantan tosser terbaik Indonesia sekaligus pelatih tim voli Jakarta BNI Taplus, mengaku bahwa sang ayah merupakan figur yang memprioritaskan pendidikan anak-anaknya.

Meski anak-anaknya diarahkan ke olahraga, namun Leo tetap menomorsatukan pendidikan.

"Kalau di rumah dia orang tua yang tidak suka ngobrol soal olahraga tapi lebih banyak soal sekolah. Jadi Papa itu memperbolehkan kami menjadi atlet nasional tapi harus mengutamakan sekolah. Ibaratnya kalau Papa S1 kami harus anak-anaknya harus S2, karena beliau pernah jadi atlet maka Papa tahu atlet itu gimana," jelas Loudry Maspaitella.

Loudry menambahkan, meski keluarganya memiliki basic di bidang olahraga, namun sang ayah tak pernah memaksakan anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya.

Leo selalu mendukung dan mengarahkan anak-anaknya untuk memilih bidanya masing-masing.

"Papa tidak memaksa anaknya untuk jadi atlet, buktinya adik saya Loudervin Enrico Maspaitella memilih bidang musik," tambahnya.

Hal inilah yang membuatnya belajar menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help