Berita Magetan

Jangan sampai Terulang, Konvoi Kelulusan Sekolah Ugal-ugalan, Dua Nyawa Melang di Magetan

Kecelakaan itu bermula saat konvoi kelulusan sekolah diikuti puluhan motor mayoritas berboncengan laki laki- perempuan.

Jangan sampai Terulang, Konvoi Kelulusan Sekolah Ugal-ugalan, Dua Nyawa Melang di Magetan
surya/doni prasetyo
Bangkai motor yang dikendarai Gusti Bagus Yulianto (17) siswa kelas II, SMK Yosonegoro ringsek. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Gusti Bagus Yulianto siswa SMK Yosonegoro, Magetan peserta konvoi kelulusan dengan mengendarai motor yang ugal ugal-ugalan harus kehilangan nyawanya.

Insiten ini juga menewaskan nyawa Paiman, warga setempat yang terlibat kecelakaan.
Keduanya, meninggal saat dalam perawatan RSUD dr Sayidiman, Magetan, Rabu (3/5/2017).

Kecelakaan itu bermula saat konvoi kelulusan sekolah diikuti puluhan motor mayoritas berboncengan laki laki- perempuan melintas di Jalan Raya Bangsri - Plaosan dengan kecepatan tinggi diwarnai aktrasi angkat ban depan.

"Setahu saya memang mereka memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Mereka juga beraksi freestyle (angkat ban depan). Saya dengar brak dan motor sudah kocar kacir, begitu juga pengendaranya,"ujar Wawan Jibus penambal yang lapaknya tepat didepan tempat kejadian perkara (TKP) kepada Surya, Rabu (3/5-2017).

Menurut Wawan, konvoi itu berjalan dari arah Timur ke Plaosan sedang korban Paiman dari arah Barat ke Timur.

Bagus Gusti Yulianto anak warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo, Kecamatan Magetan menaiki motor sport dengan plat nomor polisi AE 4247 RO sedang Paiman mengendarai motor matik AE 2298 PS.

"Anak sekolah yang konvoi dan menabrak petani itu saya lihat berboncengan dengan siswi, saat tabrakan terjadi dan kedua pengendara luka parah, siswi itu juga luka luka, tapi tidak jelas dia (siswi dibonceng Bagus) pergi tanpa diketahui warga. Begitu juga teman teman konvoi yang lain, semua pergi begitu saja,"kata Wawan Jibus, saksi mata yang menolong kedua korban.

Paiman korban meninggal warga Dukuh Tonggoiro, Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menaiki motor tanpa helm, karena sedang mengirim makanan untuk pekerja di sawah.

"Yang naik motor matik berjalan pelan dan sudah ditepi jalan, anak sekolah yang konvoi itu berjalan disisi kanan dengan kecepatan tinggi. Makanya saat tabrakan terjadi, motornya sampai nabrak pohon setelah menabrak motor petani,"jelas Wawan.

Makanya, lanjutnya, keduanya luka parah di kepala, dan Bagus anak SMK Yosonegoro luka di kaki dan tangannya patah, serta dari kepalanya mengucur terus darah segar.

"Pak Paiman lebih banyak luka di kepala dan matanya. Banyak lubang terlihat di kepalanya dan sudah tidak sadarkan diri. Sedang anak sekolahnya masih bisa bangun dan menepi sendiri, meski dari kepalanya darah segar mengucur terus,"kata penambal ban berambut gondrong ini.

Kanit Laka Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto yang dikonfirmasi kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) itu akibat peserta konvoi berjalan ugal ugalan.

"Kita masih akan cek kecepatan Bagus yang diduga penyebab Laka Lantas hingga menyebabkan dua meninggal dunia. Keterangan saksi yang melihat peserta konvoi kecepatan tinggi. Kita masih olah tempat kejadian perkara (TKP),"kata Ipda Yudi Yulianto.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help