Advertorial

Ketua Umum DPP Adeksi Kota Seluruh Indonesia: Rawat Kebhinekaan dengan Reses Keberagaman

Ketua Umum DPP Adeksi, Armuji, menegaskan bahwa Adeksi bakal menegakkan komitmen untuk menumbuhsuburkan kebhinnekaan melalui reses keberagaman.

Ketua Umum DPP Adeksi Kota Seluruh Indonesia: Rawat Kebhinekaan dengan Reses Keberagaman
ist
Ketua Umum DPP ADEKSI, Ir Armuji (kanan) menyerahkan kenang-kenangan ADEKSI kepada Dr Mayjen TNI Purn I Putu Sastra Wingarta dari Lemhanas dalam Rakernas ADEKSI, di Denpasar, Bali, 26 April 2017 lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI), Ir Armuji, berkomitmen menumbuhsuburkan kebhinekaan. Bersama seluruh anggota ADEKSI, ia bertekad merajut kembali keberagaman yang akhir-akhir ini mulai luntur.

Sebagai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ADEKSI di Bali, 26 April 2017, Armuji bersama anggotanya juga menegaskan komitmen untuk mewujudkan keadilan sosial di seluruh daerah.

"Tidak hanya angggota ADEKSI, namun semua anggota DPRD harus menjaga keberagaman dan kebhinekaan masyarakat. Kita kuat dan besar karena beragam," Cak Ji, panggilan akrab Armuji, di ruang kerjanya, DPRD Kota Surabaya, Selasa (2/5/2017).

Salah satu yang akan dilakukan oleh anggota DPRD adalah saat reses. Saat turun menemui konstituen dan warga harus menjadikan materi untuk menghargai perbedaan suku, ras, agama, etnik, dan kelas sosial.

Armuji dipercaya sebagai Katua Umum Dewan Pengurus Pusat ADEKSI. Bersama ratusan anggota DPRD Kota se-Indonesia, mereka berikrar menjunjung kebhinekaan.

Selain itu, Rakernas di Bali itu juga merancang kinerja DPRD Kota. Sistem kerja Dewan harus selalu menjaga kebhinekaan di daerahnya agar terus terjaga.

Dalam Rakernas itu, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI Purn Wiranto. Hadir pula 800 pimpinan dan anggota DPRD Kota se Indonesia.

Menurut Cak Ji, saat ini bermunculan fenomena paham radikalisme, yang ditengarai ingin mengubah Pancasila sebagai dasar keberagamaan Indonesia.

"Selama ini, Indonesia tanpa gejolak perang karena Pancasila. Ini peran strategis untuk memahami nilai-nilai kebangsaan," kata Cak Ji.

Dikatakannya, ada empat konsensus dasar nasional yang tak bisa diusik. Yakni UUD 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Semua komponen bangsa telah meletakkan dasar-dasar hidup berkebangsaan ini. Ada ulama, umara (pemimpin), tokoh agama, tokoh masyarakat, pemangku adat, dan semua komponen berpadu dalam kebhinekaan.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help