Berita Politik

Suko Widodo: Gejolak Internal PAN Menandakan Belum Tuntasnya Masalah Lalu

"Pemilian ketua PAN Jatim secara de fact memang sah. Namun, secara de jure, masih meningglkan beberapa masalah," kata Suko Widodo.

Suko Widodo: Gejolak Internal PAN Menandakan Belum Tuntasnya Masalah Lalu
Surya/mujib anwar
Suko Widodo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Negeri Airlangga, Suko Widodo, menyebut bahwa konflik di internal PAN pascapemilihan ketua DPW dua tahun silam masih belum selesai.

Hal ini ditandai dengan masih adanya faksi-faksi penolakan yang muncul belakangan ini.

"Pemilian ketua PAN Jatim secara de fact memang sah. Namun, secara de jure, masih meningglkan beberapa masalah," kata Suko kepada Surya.co.id, Senin (1/5/2017).

Satu di antaranya adalah dengan masih adanya kelompok yang menamakan dari golongan A, maupun golongan lain. Sehingga, ketika seseorang ditempatkan di sebuah posisi strategis, tak khayal akan menimbulkan kecurigaan adanya nepotisme sang ketua DPW PAN Jatim, Masfuk.

Meskipun demikian, Suko tak menutup kemungkinan adanya kepentingan tertentu oleh ketua dalam penempatan beberapa posisi tersebut.

"Pergantian tersebut memang bisa saja dilakukan ketua untuk bisa menguasai jabatan strategis tertentu yang dampaknya bisa bermanfaat kepada partai maupun ketua secara pribadi," lanjut Suko.

Namun, apabila hal tersebut dipaksakan, menurut Suko akan memicu konflik berkepanjangan.

"Konflik tersebut bisa saja meledak sewaktu-waktu," ujarnya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Masfuk untuk tetap bisa mempertahankan keputusannya. Misalnya dengan mengajak bicara lawan politiknya di internal partai.
"Ketika ditanya pengurus lain, Pak Masfuk harus bisa menjelaskan dengan jawaban yang rasional," kata Suko.

Apabila alasan Masfuk tak dapat diterima, maka Masfuk seharusnya segan untuk mengakomodir anggota lain.

Risiko terburuk dari polemik tersebut adalah kemungkinan berpindahnya anggota ke partai lain. Yang kemungkinan juga akan berpengaruh ke perolehan suara PAN.

"Pendukung PAN terkenal loyal. Di sisi lain, kader PAN selama ini dikenal cakap dan juga cerdas. Selama ini, PAN memiliki keduanya," ujarnya.

"Sehingga, acapkali banyak partai yang menginginkan kader PAN untuk pindah ke partainya. Apabila konflik tersebut terus berlangsung, bukan tak mungkin akan memicu eksodus besar-besaran di tubuh PAN. Contohnya di partai lain sudah banyak," ulas Suko.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help