Lifestyle

Padukan Warna Lembut untuk Kreasi Busana Modern, Simple, Elegan

“Sengaja saya pakai bahan yang luwes. Karena kalau terlalu kaku jadi kurang menonjol bentuknya,” beber murid sekolah fashion Susan Budihardjo ini.

Padukan Warna Lembut untuk Kreasi Busana Modern, Simple, Elegan
surya/ahmad pramudito
Blooms, rancangan Cecilia Widjaja terinspirasi bangunan modern di Jerman dan Los Angeles ini bakal mewarnai Surabaya Fashion Parade di Convention Hall Tunjungan Plaza pada 4 Mei 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ide untuk merancang baju bisa dari mana saja. Karena keseharian Cecilia Widjaja banyak melihat rancang bangun yang sering dibuat sang suami, maka goresan tangan desainer yang sempat sekolah perawat di Amerika ini pun jadi terpengaruh.

Namun, khusus untuk busana yang bakal meramaikan pentas Surabaya Fashion Parade di Convention Hall Tunjungan Plaza pada 4 Mei mendatang ini diakui terpengaruh bangunan modern yang sempat dia saksikan saat plesir di luar negeri.

“Inspirasinya dari bangunan arsitektur modern seperti Mercedez-Benz Museum di Stuttgart, Jerman, dan Walt Disney Concert Hall di Los Angeles,” begitu ungkapnya, Minggu (30/4/2017).

Maka, busana yang mengangkat tema Blooms ini wujudnya didominasi garis lurus dan lekukan seperti bangunan modern. Untuk mendapat efek yang sama, perempuan kelahiran Surabaya, 9 Oktober 1984 ini menggunakan teknik draping dan pleating.

“Saya bikin beberapa lekukan pakaian dalam satu kain. Yang membuat proses pembuatannya sedikit rumit karena lekukanya bukan tempelan tapi menyatu dengan gaun secara keseluruhan,” katanya.

Cecilia mengaku butuh waktu dua bulan untuk membuat baju tersebut. Memang tidak mudah karena Cecilia menginginkan hasil yang sempurna. Jika gagal maka dia akan melakukan proses dari awal dengan bahan baru.

"Saya mencoba untuk membuat baju dengan konsep seperti ini, mulai dari dress, two piece hingga jimp sweet," urainya.

Bahan yang dipilih Cecilia adalah duchess satin, bridal satin, silk chiffon, dan lace.

“Sengaja saya pakai bahan yang luwes. Karena kalau terlalu kaku jadi kurang menonjol bentuknya,” beber murid sekolah fashion Susan Budihardjo ini.

Cecilia akan mengeluarkan 10 baju spesial untuk coktail dan dinner di peragaan busana terbesar di Surabaya tersebut. Warna putih tulang dan gold menjadi ciri khas fashion yang dimiliki untuk busananya kali ini.

Menurut ibu dua anak ini unsur harmonisasi juga dia tekankan pada warna yang cenderung soft.

“Saya nggak suka tabrakan warna. Untuk hitam cocoknya dengan gold atau putih. Bukan merah dipadu dengan kuning misalnya,” imbuh Cecilia.

Simple tapi elegan, itulah yang ingin ditampilkan Cecilia pada kreasinya kali ini.

“Saya tak suka pakai aksesoris. Jadi biar orang fokus pada busana yang sedang dipakai memang sebaiknya tanpa aksesoris,” tegasnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved