Berita Sidoarjo

Hari Buruh, Serikat Perja Rokok Pilih Dialog dengan Abah Ipul dan Gus Ipul, ternyata ini Alasannya

"Cara apapun yang dilakukan untuk merayakan HB sah-sah saja selama tidak melanggar hukum," kata Sudharta.

Hari Buruh, Serikat Perja Rokok Pilih Dialog dengan Abah Ipul dan Gus Ipul, ternyata ini Alasannya
surya/irwan syairwan
Suasana dialog FSPRTMM hari buruh yang dihadiri Bupati Sidoarjo Syaiful Ilah dan Gus Ipul. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSPRTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) merayakan Hari Buruh dengan cara yang agak berbeda.

Alih-alih melakukan aksi demo dan konvoi, para buruh tersebut justru melakukan dialog dengan Wakil Gurbernur (Wagub) Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di GOR Delta, Senin (1/5/2017).

Ketua Umum FSPRTMM SPSI, Sudharta, mengatakan perayaan HB bisa dilakukan berbagai cara.

"Cara apapun yang dilakukan untuk merayakan HB sah-sah saja selama tidak melanggar hukum. Untuk kami, lebih memilih merayakannya dengan cara dialog," kata Sudharta.

Dalam dialog yang dihadiri Wagub Jatim dan Bupati Sidoarjo ini, Sudharta menuturkan perlu ada keseimbangan antara hak buruh dari perusahaan dengan kewajiban buruh kepada perusahaan.

Hak yang dimaksud adalah pemberian upah yang layak, meliputi gaji, perlindungan asuransi, dan lainnya.

"Jika hak buruh terpenuhi, niscaya buruh akan bekerja maksimal untuk memajukan perusahaannya. Hanya saja masih ada oknum perusahaan yang nakal. Ini yang kami minta pengawasan para kepala pemerintahan," paparnya.

Sudharta mengungkapkan anggotanya berjumlah sekitar 340.000 orang se-Indonesia. Pihaknya memang selalu merayakan HB dengan cara melakukan dialog ke berbagai daerah di Indonesia.

"Sekaligus untuk merayakan HUT FSPRTMM SPSI yang ke-24. Kami berharap yang kami sampaikam ini bisa diwujudkan di Sidoarjo dan Jatim," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Jatim Saifullah Yusuf mengakui pengawasan perlindungan buruh di Jatim memang masih belum ideal.

Apalagi, pengawasan tersebut masih masa transisi, yang tadinya ditangani pusat untuk nantinya ditangani provinsi.

Kendati demikian, ia menyatakan akan melakukan upaya untuk peningkatan perlindungan buruh tersebut dengan cara membuat sistem ketenagakerjaan yang melingkupi semua pihak.

"Muaranya untuk kesejahteraan bersama, baik buruhnya maupun perusahaannya," imbuh Gus Ipul.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved