Grahadi

Advertorial

Dinas Pendidikan Jatim Wujudkan Pemerataan Pendidikan

Peralihan wewenang mengelola pendidikan menengah SMA/SMK merupakan upaya pemerataan pendidikan Di Jatim, hasil posiif itu mulai terlihat.

Dinas Pendidikan Jatim Wujudkan Pemerataan Pendidikan
ist
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, (paling kanan) saat memantau pelaksanaan UNBK SMA dan SMK. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Peralihan wewenang mengelola pendidikan menengah SMA/SMK merupakan upaya pemerataan pendidikan.

DI Jawa Timur, hasil posiif itu mulai terlihat meskipun baru 5 bulan peralihan dilaksanakan.

Pencapaian positif itu di antaranya pelaksanaan UNBK yang memperoleh indeks integritas 100 persen, prestasi penerimaan siswa di jalur SNMPTN dan berbagai program SMK.

Dalam hal integritas, Jatim telah menuai keberhasilan tertinggi,  yaitu dengan mengantarkan lebih dari 15 ribu siswa SMA/SMK dari Jatim lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara 34 provinsi se Indonesia. Penerimaan jalur prestasi PTN ini erat kaitannya dengan hasil UN. Bukan dari nilainya secara angka, melainkan indeks sekolah, termasuk di dalamnya indeks kejujuran hasil ujian.

Tingkat integritas yang begitu tinggi merupakan hasil dari kerja keras kepala sekolah, proktor dan teknisi serta pemerintah dalam menggelar 100 persen Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Tidak hanya integritas, pemetaan pendidikan juga berhasil dilakukan dengan angka-angka asli yang terjamin validitasnya.

Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan, UNBK merupakan upaya pemerataan pendidikan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi. Hal ini penting, sebab pendidikan dibutuhkan untuk menyongsong program jangka panjang 2025 di mana pada tahun itu akan ada ledakan demografi yang luar biasa di mana jumlah usia produktif mendominasi populasi penduduk Indonesia. 

Diharapkan, orang-orang usia produktif itu menjadi orang-orang yang tidak memiliki keahlian (unskill) dan terjebak pada middle income trap yaitu antara 3.600 hingga 4.700 Dolar AS. 

“Masih ada 12 SMA Jatim yang belum menggelar UNBK. Ini harus dicari skor permasalahannya dan dicarikan solusinya, baik melalui partisipasi masyarakat maupun intervensi dari pemerintah,” ungkap Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Selain mengarahkan pendidikan pada sistem komputerisasi, Pakde Karwo juga menegaskan terkait upaya percepatan revitalisasi SMK. Salah satu targetnya dengan peningkatan jumlah SMA/SMK dengan skala 70 : 30.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved