Surya/

Berita Malang Raya

VIDEO - Satu Lagi Tahanan Kabur Polres Malang Ditangkap

"Tahanan tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap tim buser, sehingga tidak dilakukan tindakan tegas," kata Yade Setiawan Ujung.

SURYA.co.id | MALANG - Satu lagi tahanan kabur, M Faris (23) warga kelurahan Ujung kecamatan Semampir Kota Surabaya berhasil ditangkap kembali tim buser Polres Malang, Kamis (27/4/2017) malam. Tahanan tersebut ditangkap di Tanah Merah Bangkalan Madura.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, penangkapan terhadap tahanan kabur tersebut sedang di rumah saudaranya. Tahanan ditangkap ketika sedang bersembunyi.

"Tahanan tidak melakukan perlawanan ketika ditangkap tim buser, sehingga tidak dilakukan tindakan tegas," kata Yade Setiawan Ujung, Jumat (28/4/2017) petang.

Dijelaskan Yade Setiawan Ujung, dengan tertangkapnya tahanan M Faris maka saat ini masih ada dua tahanan yang belum tertangkap. Yakni M Nawir (35) tahanan kasus Narkoba warga kelurahan Kota Lama kecamatan Kedungkandang Kota Malang, dan Bendot (36) tahanan kasus Narkoba warga desa Tirtomoyo kecamatan Ampelgading kabupaten Malang.

Untuk itu, dikatakan Yade Setiawan Ujung, pihaknya mengharapkan isteri, keluarga, atau kerabat dua tahanan yang melarikan diri bisa membujuk untuk segera menyerahkan diri secara baik-baik. Karena saat ini kekuatan tim buser Polres Malang semakin ditambah dengan adanya penggabungan tim yang telah menyelesaikan tugasnya.

"Jangan sampai tim buser bertindak tegas dengan peralatan yang dibawanya dalam melakukan penangkapan," tandas Yade Setiawan Ujung.

Memang, diakui Yade Setiawan Ujung, upaya penangkapan dua tahanan kabur yang belum tertangkap tersebut dilakukan dengan maksimal di sejumlah titik wilayah. Bahkan, dimungkinkan dua tahanan tersebut kini bersembunyi di luar wilayah Malang.

"Meski begitu, kami optimistis semua tahanan yang melarikan diri bisa ditangkap semua," tandas Yade Setiawan Ujung.

Sementara tahanan M Faris mengaku setelah melarikan diri dari tahanan langsung pulang ke rumahnya di Surabaya dengan naik bus. Selama empat hari dirinya ada dirumah dan tidak kemana-mana. Baru setelah itu dirinya pergi ke rumah saudaranya di Tanah Merah Bangkalan Madura.

"Disitu kami ditangkap tim buser kembali," kata Faris di Mapolres Malang.

Diakui Faris, dirinya bisa naik kendaraan bus pulang ke Surabaya berbekal uang Rp 150 ribu. Selanjutnya setelah berada di rumah tidak pernah keluar karena takut ditangkap tim buser.

"Tapi kami kangen dengan saudara sehingga main ke Tanah Merah dan akhirnya ketangkap," tutur Faris.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help