Surya/

Berita Malang Raya

Tergeletak di Pinggir Jalan, Ternyata Kresek Putih ini Berisi Mayat Bayi

Kresek putih yang dibuang di pinggir jalan ini bikin geger warga Malang karena isinya ternyata adalah mayat bayi. Bayi siapakah itu??

Tergeletak di Pinggir Jalan, Ternyata Kresek Putih ini Berisi Mayat Bayi
pinterest
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Warga sekitar Jalan Raya Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dikejutkan temuan mayat bayi perempuan.

Bayi yang diduga baru berusia sehari itu ditemukan dalam kantong plastik warna putih oleh Budi Santoso (48) warga desa Sonowangi, kecamatan Ampelgading kabupaten Malang, Jumat (28/4/2017).

Kapolsek Ampelgading, AKP Achmad Sueb melalui Kasubag Humas Polres Malang, AKP Dian Vicky Sandhi menjelaskan, saat itu Agus Santoso keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor untuk membeli jamu tradisional di Pasar Bakroto, Desa Tirtomarto, kecamatan Ampelgading.

Ketika melintas di lokasi, Agus curiga dengan bungkusan plastik warna putih yang tergeletak di pinggir jalan. Agus berhenti dan mengecek tas plastik tersebut. Saat dibuka, ternyata berisi bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.

"Karena merasa kasihan, Agus membawa pulang mayat bayi tersebut untuk dirumat layaknya jenazah," kata Dian Vicky Sandhi.

Ketika melewati pangkalan ojek desa Tamansari, dikatakan Dian Vicky Sandhi, Agus memberitahu Matjuri serta Joko Widodo, kalau dirinya baru saja menemukan bayi. Matjuri dan Joko selanjutnya diajak ke rumahnya untuk membantu merawat dan mendoakan jenazah bayi perempuan tersebut.

Berikutnya, Agus memberitahukan temuan mayat bayi tersebut ke perangkat desa setempat.

Penemuan mayat bayi tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Ampelgading.

"Petugas yang menerima laporan langsung datang ke rumah Agus untuk melakukan identifikasi terhadap mayat bayi perempuan tersebut sebelum di makamkan. Dan petugas melakukan olah TKP dan mecari keterangan saksi-saksi. Untuk siapa ibu yang melahirkan bayi tersebut saat ini masih terus melakukan penyelidikan," tutur Dian Vicky Sandhi. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help