Tak Gentar Hadapi Persaingan, Pengusaha Produk Kulit Ini Kian Gencar Bikin Workshop

Meski persaingan kian ketat, namun bagi anak muda yang satu ini, berbagi ilmu seputar usaha yang dilakoninya sama sekali tak membuat dia rugi.

Tak Gentar Hadapi Persaingan, Pengusaha Produk Kulit Ini Kian Gencar Bikin Workshop
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Agung DK tengah memaparkan proses pembuatan produk dari bahan kulit ke pengunjung Basha Arcade di Atrium Ciputra World Surabaya, Jumat (28/4/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagi ilmu tak akan membuat usaha jadi surut. Bahkan ketika tumbuh pengusaha baru di bidang yang sama pun tak membuat Agung DK jadi gentar. 

Pria kelahiran Denpasar, 25 November 1990 ini justru akan mendorong entrepreneur muda agar berkembang di bidang yang diminati.

“Kalau banyak bermunculan pengusaha baru, artinya industri di Surabaya jadi hidup,” ujar Agung yang hadir lewat label usaha Revolt Industry.

Semangat berbagi itu pula yang dia coba tularkan lewat panggung Basha Arcade yang diselenggarakan di Ciputra World Mall Surabaya selama tiga hari sejak Jumat (28/4/2017).

“Tak ada persaingan, siapa pun bisa belajar. Karena saya juga sering bikin workshop,” tutur Agung yang sering ikut kegiatan pameran di sejumlah negara seperti Singapura, San Fransisco, selain yang diadakan di Jakarta dan Bali.

Tak hanya memamerkan karyanya yang berupa dompet dan beragam produk dari bahan kulit, Agung juga memajang perangkat kerja yang dia pakai, seperti penggaris, cutter, lem, palu dari kayu, dan wing compass.

Tak hanya itu, lulusan Stikom Jurusan DKV Surabaya ini pun memapar runtutan proses pembuatan barang produksinya, mulai desain, memotong, menempel, hingga menjahit tangan.

“Semua hand made. Dengan memapar proses ini saya harap konsumen tak hanya membeli barang tapi juga menghargai proses pembuatannya yang tidak mudah dan rumit,” ungkapnya.

Terbukti, meski Agung sering menggelar pelatihan bagi pengusaha muda dan banyak pula ‘murid’nya yang tumbuh jadi pengusaha baru, barang produksinya bahkan makin dikenal dunia. Konsumen Revolt Industry ini diantaranya berasal dari Hawai dan Kanada.

“Selain menyediakan barang jadi, saya juga siapkan bahan-bahannya,” urai Agung.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved