Hukum Kriminal Surabaya

Polisi Tangkap Pelajar Buron, ternyata Pelaku Terlibat Banyak Kejahatan; Curat, Curas, dan Curanmor

Tersangka KNN diringkus setelah jadi buron selama satu bulan akibat membacok MNR (14) dan RG (14) dalam aksi tawuran.

Polisi Tangkap Pelajar Buron, ternyata Pelaku Terlibat Banyak Kejahatan; Curat, Curas, dan Curanmor
surya/fatkhul alami
Tersangka KNN (kedua dari kiri) yang merupakan buron atas kasus pembacokan diamankan di Polsek Sawahan Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - KNN (16), pelajar SMP swasta di Surabaya diringkus tim Anti Bandit Polsek Sawahan lantaran kasus pembacokan.

Warga Jl Keputran Kejambon Surabaya itu ternyata terjerat puluhan kasus kejahatan jalanan.

Tersangka KNN diringkus setelah jadi buron selama satu bulan akibat membacok MNR (14) dan RG (14) dalam aksi tawuran hingga masuk ke rumah sakit.

Kapolsek Sawahan Kompol Yulianto mengatakan, tersangka KNN sudah jadi buron setelah melakukan penganiayaan terhadap korban pada awal April 2017.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka KNN terjerat puluhan kasus 3C (curat, curas, curanmor)," sebut Yulianto, Kamis (27/4/2017).

KNN terlibat aksi kejahatan, antara penjambretan di Jl Kartini, pemerasan bersama rekan -rekannya degan hasil 3 buah HP di Jl Diponegoro, pemerasan Jl Darmo, curas bersama RHN di Jl Mawar, pemalakan bersama Andik di CFD Jl Darmo, dan pemalakan bersama Andik di Fly over Pasar kembang.

"Ternyata tersangka KNN sudah sering terlibat tindak kejahatan," ucap Yulianto.

Kecuali itu, lanjut Yulianto, dari pemeriksaan diketahui KNN pernah ditahan di Polsek Tegalsari atas kasus pengeroyokan dan curanmor.

KNN juga pernah mendekam di sel tahanan Polsek Sukomanunggal dalam kasus curanmor.

Yulianto menuturkan, penganiayaan berawal saat tersangka KNN mengajak tersangka lainnya, DN keliling ke Jl Pandegiling Surabaya dengan berboncengan motor.

"KNN mengajak tersangka DN ikut tawuran dengan anak Jl Kedungdoro Surabaya. Saat itu KNN memberi sebuah parang kepada DN dan jatuh korban MNR (14) dan RG (14) yang luka parah," tutup Yulianto.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help