Surya/

Berita Malang Raya

Hari Ini, Kepala BPCB Trowulan Datangi Lokasi Penemuan Situs Purbakala di Wajak Malang

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Andi M Said mendatangi langsung temuan situs di Wajak, Kabupaten Malang

Hari Ini, Kepala BPCB Trowulan Datangi Lokasi Penemuan Situs Purbakala di Wajak Malang
surya/benni indo
Situs purbakala yang diduga bekas pemandian di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Andi M Said mendatangi langsung temuan situs di Wajak, Kabupaten Malang, Rabu (26/4/2017).

Kedatangan Andi ke Malang untuk meninjau langsung situs purbakala yang ditemukan warga dan diunggah di sosial media.

"Betul, hari ini Pak Andi berangkat ke Malang," kata Kepala Humas BPCB Trowulan Sudaryanto.

Andi melakukan peninjauan setelah sebelumnya ada perwakilan BPCB Trowulan datang ke lokasi, Selasa (25/4/2017).

Namun Sudaryanto belum bisa menjelaskan detail jenis situs purbakala yang ada di Malang itu.

Ia mengatakan akan memberikan informasi setelah Andi selesai meninjau.

"Nanti akan kami informasikan. Untuk saat ini masih belum banyak informasi," paparnya, Rabu (26/4/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Nuraini (26) menginformasikan keberadaan situs purbakala di sosial media di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Warga Dusun Karanganya, Desa Karanganyar, Poncokusumo, Kabupaten Malang itu mengatakan sebenarnya warga sudah lama tahu situs itu.
Namun belum ada yang memberi perhatian khusus terhadap keberadaan situs sehingga kondisinya tidak terawat.

Somad, sapaan akrabnya, melihat ada pahatan dan ukiran di situs itu. Juga ada aliran air di situs itu.

Situs itu berbentuk seperti kolam setinggi sekitar 1 meter dari tanah dan lebar 8 meter.

Panjangnya yang ke arah belakang langsung menuju ke sungai. Jaraknya sekitar 10 meter dari sungai.

“Ada yang berbentuk seperti ganesha,” katanya, Selasa (25/4/2017).

Ada beberapa bentuk situs yang hancur akibat tetesan air. Ada tiga situs di lokasi itu. Semuanya saling terhubung.

Somad berharap ada pihak yang merawat dan menjaga situs itu karena merupakan bentuk kelestarian peninggalan nenek moyang.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help