Surya/

Bisnis

Banyuwangi Siapkan Lahan Sawah Organik di Tujuh Kecamatan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi bakal menyiapkan tujuh kecamatan untuk lahan pertanian padi organik.

Banyuwangi Siapkan Lahan Sawah Organik di Tujuh Kecamatan
agrifarming
ilustrasi padi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arief Setiawan, mendukung program kluster sawah organik yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Salah satunya memperluas lahan sawah organik melalui program pemerintah daerah, bekerjasama dengan kelompok petani binaan kluster BI. 

"Saat ini ada di tiga kecamatan, selanjutnya akan kami tambah empat kecamatan lagi yang punya lahan sawah organik. Untuk tahap awal, edukasi kami sampaikan ke petani yang belum dari petani yang sudah, terutama petani dari program kluster BI ini," kata Arief saat mendampingi Kepala BI KPw Jatim, Difi Ahmad Johansyah yang menghadiri agenda panen raya padi beras merah di Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (26/4/2017).

Luasan lahan sawah organik di Banyuwangi saat ini mencapai 120 hektar. Dengan kapasitas produksi per hektar mencapai 5-6 ton. Ditarget tahun 2017 ini kapasitas bisa naik hingga 9 ton dengan memaksimalkan metode penanaman di lahan.

Untuk pasarnya, beras organik produksi Banyuwangi telah terdistribusi di lokal Banyuwangi, Surabaya, Jakarta, dan Bali. Juga sudah mendistribusikan ke kelompok tani di Situbondo yang sudah memiliki program sertifikasi beras organik untuk pasar ekspor.

"Kami juga sedang mengusahakan dengan menjembatani lembaga sertifikasi dengan kelompok petani untuk mendapatkan sertifikasi sendiri agar bisa menembus pasar ekspor," ungkap Arief.

Targetnya ke China, Belanda dan yang baru negosiasi dari Australia. Soal harga, saat ini harga beras organik sudah mampu diterima pasar dengan harga lebih tinggi 30 persen dibanding beras biasa.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help