Surya/

Berita Unik

Viral! Tukang Cukur Tua ini Pangkas Rambut Pelanggannya dengan Besi Panas

SIAPA BERANI COBA? Dari Penjepit Panas itu Terdengar Suara Mendesis saat Bersentuhan dengan Rambut, Kemudian Mengeluarkan Gumpalan Asap.

Viral! Tukang Cukur Tua ini Pangkas Rambut Pelanggannya dengan Besi Panas
www.scmd.com
Wang Meimei saat mencukur rambut pelanggannya 

SURYA.co.id - Aksi seorang tukang cukur tua yang menggunakan metode tradisional penjepit panas untuk mempermak rambut viral di media sosial. 

Wang Meimei, kakek berusia 74 tahun asal Jinshi, Provinsi Sichuan, Tiongkok ini memang unik.

Untuk membuat ikal, Wang mengambil penjepitnya dari api, mencelupkan ke air, kemudian menggulungnya di rambut pelanggannya.

besi yang dipakai untuk mencukur rambut.
besi yang dipakai untuk mencukur rambut. (www.scmd.com)

Dalam video yang beredar tampak penjepit panas itu terdengar suara mendesis saat bersentuhan dengan rambut, yang kemudian mengeluarkan gumpalan asap.

Dengan teknik ini, rambut ikal ini bisa bertahan hingga tiga bulan.

Wang hanya mematok harga 4 yuan atau sekitar Rp 8.000 untuk jasanya ini.

Wang tidak menamai salonnya, tapi tempatnya ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Wang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Dia hanya tinggal mengatur tingkat panas besinya saja.

Jika besinya terlalu panas maka bisa membakar rambut pelanggan, tetapi jika terlalu rendah tidak akan membuat rambut menjadi ikal.

Dari pekerjaan yang sudah dilakoni puluhan tahun ini, Wang tak pernah sekalipun melukai pelanggannya dengan penjepit panas. 

Besi yang dipakai untuk mencukur rambut.
Wang Meimei saat mencukur rambut pelanggannya. (www.scmd.com)

Mengutip dari media online South China Morning Post, Wang pertama kali belajar keterampilan menata rambut dari saudaranya pada tahun 1959 saat dia berusia 17 tahun.

Saudara laki-laki tersebut membuka toko tukang cukur pada tahun 1977.

Kini Wang mulai khawatir pekerjaan ini tdak ada penerus karena putranya tak tertarik mencontoh ketrampilannya. 

"Menemukan siapa yang mau bekerja seperti ini terlalu sulit karena ongkosnya rendah. Mereka  menyerah untuk mencari pekerjaan lain," katanya. 

Harapan Wang hanya pada cucunya yang telah menyatakan ketertarikannya. 

Penulis: Musahadah
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help