Berita Gresik

Potensi Wisata Air Bendungan Gerak Sembayat Gresik Perlu Sentuhan Swasta, Mengapa?

Bendungan Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah juga disinyalir membutuhkan campur tangan pihak swasta.

Potensi Wisata Air Bendungan Gerak Sembayat Gresik Perlu Sentuhan Swasta, Mengapa?
surya/mohammad Romadoni
Warga melintas di Bendungan Gerak Sembayat (BGS) Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. 

SURYA.co.id | GRESIK - Tak hanya destinasi wisata Pantai Dalegan di Kecamatan Panceng yang membutuhkan peran investor swasta untuk meningkatkan popularitas dan pendapatan di sektor pariwisata di Gresik.

Bendungan Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah juga disinyalir membutuhkan campur tangan pihak swasta untuk mengelola potensi wisata air.

Selain menjadi sumber air baku bagi PDAM, area BGS seluas 76 hektare itu dapat dimanfaatkan untuk destinasi wisata air.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Pemkab Gresik, Mighfar Syukur sangat mendukung apabila ada perencanaan pengembangan BGS menjadi tempat wisata. Menurutnya, pengelolaan dan pengembangan BGS merupakan wewenang dari Balai Bengawan Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

“Memang kalau dikembangkan BGS sangat besar memiliki potensi wisata air. Namun karena itu wewenang dari BBWS Solo maka nantinya akan kami koordinasikan terlebih dahulu terkait potensi wisata air yang akan menempati BGS,” ujar Mighfar Syukur kepada SURYA, Minggu (23/4/2017).

Mighfar Syukur menjelaskan pihaknya tak menolak apabila ada investor swasta yang berminat untuk menyulap BGS menjadi tempat destinasi wisata air. Yang jelas, terkait adanya investor pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu bersama dinas terkait dan SKPD Pemkab Gresik.

“Intinya kalau ingin membangun destinasi wisata harus bekerja sama bersama pihak desa yang nantinya lahannya akan ditempati. Disisi lain, pembangunan wisata baru juga akan melibatkan berbagai instansi pemerintah, Bappeda dan Dinas Pariwisawa untuk melakukan kajian-kajian terlebih dahulu,” ungkapnya.

Dia menambahkan apapun yang terkait dengan pengembangan destinasi wisata di Kota Wali pihaknya akan selalu mendukung. Bagaimanapun nantinya destinasi wisata akan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga bisa menambah mata pencaharian masyarakat setempat.

“Kami sangat setuju kalau ada pengembangan destinasi wisata air di BGS. Selain dapat menambah tujuan wisata di Kota Gresik, juga bisa menambah lapangan pekerjaan untuk warga yang bermukim di dekat lokasi destinasi wisata,” imbuhnya.

Dari pengamatan di lapangan saat ini bagi pengunjung masuk BGS tidak ditarik biaya alias gratis. Pengunjung akan disuguhi pemandangan cukup apik sembari bersanti di pelataran parkir. Untuk yang doyan foto, bisa mengabadikan momen berfoto dengan latar belakang tulisan Bendungan Gerak Sembayat.

Tak perlu gusar bagi pengunjung yang datang tak membawa bekal makanan. Sebab, ada pedagang kaki lima (PKL) menyuguhkan makanan ringan dan air mineral yang berjejer rapi di samping tempat parkir.

Apalagi, saat ini merupakan libur panjang (Long Wekeend) dipastikan area BGS akan dipenuhi para pengunjung yang didomininasi para muda-mudi.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Markasim Halim Widyanto menganggap potensi wisata diBendungan Gerak Sembayat apabila dijadikan destinasi wisata lokal kedepannya memiliki prosepek yang baik. Menurutnya, selain berfungsi sebagai sumber air baku untuk wilayah Gresik dan Lamongan, BGS memiliki pemandangan yang sangat bagus.

“Fungsi BGS sangat banyak, bisa menjadi sumber pengairan yang dimanfaatkan masyarakat. Kedepannya, kami juga sangat mendukung BGS untuk dijadikan destinasi wisata,” ujar Markasim Halim Widyanto.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved