Berita Surabaya

Kisah Tahanan Kabur: Terlantar di Jepara hingga Mengamen untuk Sambung Hidup

Selama di Jepara, ia tidak punya tujuan dan famili. Ia pun sempat terlantar dan kebingungan mau pergi kemana.

Kisah Tahanan Kabur: Terlantar di Jepara hingga Mengamen untuk Sambung Hidup
surya/fatkul alami
Syaiful Haq (tengah), satu dari tujuh tahanan Polsek Tambaksari yang kabur dan akhirnya ditangkap tim khusus Polrestabes Surabaya. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Syaiful Haq (30), salah satu dari tujuh tahanan Polsek Tambaksari Surabaya yang kabur dari di tangkap di Blora, Jawa Tengah sempat terlantar dan hidup tanpa tujuan di pelarian.

Pria asal Jl Kedung Rukem Surabaya yang ditahan Polsek Tambaksari atas kasus narkoba ini mengaku, setelah kabur dari tahanan pergi ke Sepanjang Sidoarjo dengan menumpang truk.

"Kemudian ke Mojokerto dan bertemu teman. Saya minta uang untuk bekal dan diberi Rp 100 ribu," aku Syaiful di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (23/4/2017).

Dari Mojokerto, lanjut Syaiful, dirinya naik bus ke Jepara, Jawa Tengah.

Dia tiba di Jepara pada Kamis (20/4/2017).

Selama di Jepara, ia tidak punya tujuan dan famili. Ia pun sempat terlantar dan kebingungan mau pergi kemana.

"Saya tidak punya famili di Jepara dan Jawa Tengah, semua keluarga di Surabaya," aku pria yang ditubuhnya penuh tato.

Setelah dari Jepara, Syaiful kemudian pergi ke Blora, Jawa Tengah.

Di Blora, dirinya akhirnya mengamen di stasiun, terminal dan warung-warung demi menyambung hidup.

"Saya ngamen pakai ukulele yang saya minta dari pemulung. Ukulele yang sudah rusak, tapi bisa dipakai. Hasilnya Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Uang itu untuk makan saja," tutur Syaiful.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved