Surya/

Berita Kediri

VIDEO - Geger Proyek di Kampus Universitas Brawijaya di Kediri

#KEDIRI - Kontraktor pelaksana pembangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya (UB) Kediri kesandung masalah.

SURYA.co.id | KEDIRI - Kontraktor pelaksana pembangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya (UB) Kediri kesandung masalah.

Para rekanan subkontraktor ada yang mencopot atap bangunan kampus yang berlokasi di Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Jumat (21/4/2017).

Setidaknya ada 9 subkontraktor yang memasok berbagai jenis material untuk pembangunan Kampus 3 Universitas Brawijaya. Namun sampai saat ini para subkontraktor itu belum mendapatkan pembayaran pelunasan.

Kontraktor pelaksana pembangunan kampus 3 UB dikerjakan PT Duta Karya Perkasa (DKP) asal Bali semula berjanji membayar lunas pada 20 April 2017. Hanya saja pada tanggal yang ditentukan tidak ada realisasi.

"Ini puncak kekesalan para subkontraktor. Karena janjinya terus meleset sehingga ada yang mencopot atapnya," ungkap Mamat, salah satu subkontraktor kepada SURYA.co.id.

Apalagi PT DKP kembali mengulur waktu pelunasan seminggu lagi. Sehingga semakin membuat kesal rekanan subkontraktor. Total ada tagihan ratusan juta yang masih belum dilunasi.

Sebenarnya masih banyak subkontraktor yang ingin mengambil barangnya yang telah terpasang. Namun keinginan subkontraktor itu berhasil diredam petugas dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri.

Total tagihan yang masih belum dilunasi kontraktor PT DKP nilainya lebih dari Rp 1 miliar.
Pembongkaran atap kampus ini sempat mendapatkan pengawasan aparat dari Polsek Mojoroto. Namun petugas hanya mengawasi saja karena permasalahan yang terjadi antara kontraktor dan subkontraktor kasus perdata.

Kampus 3 UB masih mendapatkan penjagaan dari kepolisian dan anggota TNI. Karena para subkontraktor masih belum meninggalkan lokasi.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help