Surya/

Berita Mojokerto

Festival Seni Bantengan Kembali Menghibur Warga Kabupaten Mojokerto

Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Festival Seni Bantengan secara rutin setiap tahunnya.

Festival Seni Bantengan Kembali Menghibur Warga Kabupaten Mojokerto
rorry nurmawati
Festival Seni Bantengan di Kabupaten Mojokerto. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kesenian Bantengan yang merupakan salah satu seni tradisional rakyat di Kabupaten Mojokerto, mulai berkembang pesat.

Bila dulunya seni budaya ini hanya diminati oleh beberapa kalangan saja, kini untuk melestarikan itu Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Festival Seni Bantengan secara rutin setiap tahunnya.

Bertempat di Lapangan Kedungmaling, Kecamatan Sooko, puluhan kelompokkan dari kesenian Bantengan se-Kabupaten Mojokerto hadir memeriahkan festival yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke - 724. Tema yang dipilih pun beragam setiap kelompoknya, namu tidak lepas dari cerita rakyat.

Kesenian Bantengan saat ini, mengalami perkembangan begitu pesat di wilayah Kabupaten Mojokerto, khususnya Pacet . Hal ini dikarenakan kesenian yang identik dengan menggunakan kepala Banteng diyakini sebagai daerah tempat lahirnya seni tradisional Bantengan.

Ketua Forum Komunikasi Banteng Mojapahit Mulyadi mengatakan, di Kabupaten Mojokerto sudah ada 56 group atau kelompok seni tradisional Bantengan. Yang tersebar di 15 kecamatan seperti Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas dan Kecamatan Jatirejo.

"Yang paling banyak di Kecamatan Pacet, di sana sudah ada 22 group dalam satu kecamatan," katanya saat ditemui SURYA.co.id, Sabtu (22/4).

Dalam kesenian ini lanjut Mulyadi, yang ditonjolkan bukanlah kesurupannya. Melainkan seni yang telah dipadupadankan dengan musik Gending Jawa dan cerita rakyat. Harapannya dengan begitu, makna yang tersirat di dalamnya dapat mengedukasi masyarakat.

Festival Seni Bantengan di Kabupaten Mojokerto.
Festival Seni Bantengan di Kabupaten Mojokerto. (rorry nurmawati)

"Banteng sendiri dilambangkan seperti masyarakat kecil, pada jaman peperangan, benteng itu rakyat jelata, pemimpin itu ada di rakyat kecil, alurnya adalah rakyat jelata pasti menang," jelasnya.

Hal ini membuktikan bahwa kesenian Bantengan tumbuh menjadi seni tradisional asli Indonesia yang layak mendapat apresiasi. Kemajuan dan perkembangan kesenian ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang selalu mendukung seni Bantengan.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga sebagai fasilitator selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk menunjangnya.

Makin berkembangnya jumlah kelompok seni Bantengan di Kabupaten Mojokerto diharapkan ke depannya mampu menjadi ikon wisata kreatif Kabupaten Mojokerto. "Kami sangat berharap, kesenian ini bisa terus dilestarikan," tandasnya. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help